Rektor Unhas Prof JJ Raih Penghargaan Kehormatan AFEO di Tingkat ASEAN

MENITNEWS. CO.ID, BANDUNG — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., IPU, meraih penghargaan AFEO Honorary Fellow Award pada Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

Penghargaan yang diserahkan di Pullman Bandung International Convention Centre tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi Jamaluddin Jompa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta penguatan profesi keinsinyuran di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Penganugerahan ini didasarkan pada nominasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan persetujuan 11 organisasi anggota ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Penghargaan tersebut mencerminkan kontribusi lintas bidang, mulai dari akademik dan penelitian hingga penguatan profesionalisme insinyur dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di bidang akademik, Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ dikenal melalui kiprahnya dalam penelitian ekologi terumbu karang, konservasi laut, dan pengelolaan wilayah pesisir.

Keahliannya berperan penting dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendukung pembangunan kawasan pesisir.

Menurut Prof. JJ, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas pencapaian akademik dan profesional, tetapi juga pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan keinsinyuran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan keinsinyuran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, agar riset dan inovasi tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Prof. JJ.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Prof. JJ turut berkontribusi dalam penguatan profesi keinsinyuran melalui kepemimpinannya di Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan.

Peran tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi, etika, dan profesionalisme insinyur agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Hal ini mencakup kebutuhan di sektor infrastruktur, teknologi kelautan, hingga penguatan ketahanan lingkungan.

Sebagai Rektor Unhas, Prof. JJ juga mendorong penguatan pendidikan profesi insinyur, riset terapan, inovasi teknologi, hilirisasi hasil penelitian, serta kemitraan dengan dunia industri.

Upaya tersebut diarahkan untuk mempertemukan kapasitas akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan demikian, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berkembang dalam ranah akademik, tetapi juga dapat diterapkan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.

“Bagi Unhas, penguatan pendidikan, riset, dan inovasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keunggulan akademik dapat diterjemahkan sebagai solusi yang relevan, baik untuk pembangunan nasional maupun untuk menjawab tantangan keberlanjutan di tingkat global,” tambah Prof. JJ.

Perjalanan akademik dan profesional Prof. JJ juga didukung oleh pengalamannya memimpin Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan serta Sekolah Pascasarjana Unhas.

Selain itu, keterlibatannya dalam program nasional Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) II menjadi bagian dari kiprahnya dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya kelautan.

Bagi Unhas, penghargaan AFEO Honorary Fellow Award menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan praktik keinsinyuran.

Kolaborasi lintas disiplin dinilai semakin penting untuk menghasilkan solusi yang mampu menjawab persoalan pembangunan, termasuk tantangan perubahan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan kebutuhan teknologi berkelanjutan.

Penghargaan yang diraih Prof. JJ di forum CAFEO ke-44 tersebut sekaligus memperkuat kiprah akademik Unhas di tingkat ASEAN. Capaian ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan profesi keinsinyuran dalam mendorong inovasi, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Dengan pengakuan tersebut, Unhas diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional maupun menghadapi tantangan global. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan