Jelajah Sampah 2026 Dimulai di Panakkukang, Pemkot Makassar Kumpulkan 72,1 Kg Sampah dan Edukasi Warga

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai program Jelajah Sampah 2026, dengan menggelar kegiatan perdana di Kecamatan Panakkukang, Sabtu (27/6/2026).

Program kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) ini menjadi langkah nyata Pemkot Makassar dalam memperkuat edukasi pengelolaan sampah sekaligus mendukung terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029.

Program tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dinas Pengelolaan Persampahan (DP2), dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, kegiatan ini juga mengedukasi warga mengenai urban farming sebagai bagian dari pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Drs. Zainal Ibrahim, M.Si.

Kehadiran keduanya menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong gerakan pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi melalui aksi plogging, yakni olahraga sambil memungut sampah di sekitar Kantor Kecamatan Panakkukang hingga kawasan kanal di sekitarnya.

Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan 72,1 kilogram sampah, yang terdiri dari 27,1 kilogram sampah organik, 9 kilogram sampah anorganik, dan 36 kilogram sampah residu setelah dilakukan proses pemilahan dan penimbangan.

Tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, Jelajah Sampah 2026 juga menghadirkan sesi edukatif melalui talkshow bertema pengelolaan sampah berkelanjutan.

Narasumber yang hadir yakni Kepala Bidang Wilayah II Pusdal Suma, Arnianah Alwi, bersama Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Irwan Ridwan.

Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Panitia juga membuka tiga kelas praktik yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ketiga kelas tersebut meliputi pelatihan pembuatan eco enzyme, pengelolaan sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, serta teknik pembuatan kompos tumpuk dan biopori.

Selain edukasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, seperti pasar murah, pasar tani, hingga pelayanan Bank Sampah Unit Kecamatan, sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas peduli lingkungan, perangkat kecamatan, hingga para pemangku kepentingan di Kecamatan Panakkukang.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan kolektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pemkot Makassar menegaskan bahwa Jelajah Sampah 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang menuju target Makassar Bebas Sampah 2029.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya memilah sampah dari sumbernya, sehingga ke depan sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA Antang Tamangapa, melainkan dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Usai pelaksanaan di Kecamatan Panakkukang, program Jelajah Sampah 2026 dijadwalkan akan bergulir secara bertahap ke seluruh Kecamatan di Kota Makassar. (*)

Banner Sponsor

Silahkan Klik