Pasca-Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Anung Terapkan WFH untuk 1.000 ASN DKI

Petugas masih melakukan penyisiran di lantai 11 hingga lantai 15 untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.(Sumber: Kompascom/Foto: KOMPAS.com/Muhammad Wildan Alghofari)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memindahkan lokasi kerja sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) buntut insiden kebakaran yang melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat (8/8/2026). Selain relokasi fisik, skema kerja dari rumah turut diterapkan demi memastikan layanan publik tak terhenti.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, sebagian ASN untuk sementara disebar ke kantor Suku Dinas (Sudin) di wilayah masing-masing. Pemprov DKI juga menyiagakan satu gedung di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, sebagai markas kerja sementara yang nantinya menampung sebagian besar pegawai.

Pramono menegaskan bahwa skema Work From Home (WFH) maupun Work From Everywhere (WFE) diberlakukan selama fasilitas pengganti dimatangkan. Kebijakan fleksibilitas ini diambil agar roda birokrasi dan administrasi pemerintahan tetap melaju normal pascabencana.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Ditutup Total akibat Kebakaran Hutan, Pengelola Sediakan Pilihan Reschedule dan Refund Tiket

Di tengah penyesuaian tempat kerja tersebut, Pramono menjamin keamanan seluruh data perpajakan daerah. Proses digitalisasi sistem yang telah berjalan membuat basis data pajak milik warga Jakarta terhindar dari kerusakan atau kehilangan akibat si jago merah.

Pengintegrasian data secara digital membuat fungsi penarikan pajak dan layanan publik di bawah Bapenda dipastikan berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.

Dampak kebakaran turut mengenai Command Center Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang bertempat di lantai 16 gedung tersebut. Pusat kendali ini memegang peranan vital dalam manajemen lalu lintas ibu kota hingga pengawalan transportasi VVIP.

Merespons potensi kendala operasional, Pramono telah memberi lampu hijau untuk mengaktifkan pusat kendali cadangan (backup system) yang berlokasi di kawasan MT Haryono, Jakarta Timur.

Baca juga: Aktivitas Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total Buntut Kebakaran Lahan di Suryakencana

Selama proses transisi dan pemulihan sistem koneksi Command Center, beberapa penyesuaian lalu lintas belum bisa dikendalikan secara otomatis dari jarak jauh. Petugas Dishub disiagakan langsung di lapangan untuk mengatur lalu lintas, termasuk pengoperasian lampu lalu lintas di titik-titik rawan.

Mengenai pemicu peristiwa ini, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran kepada pihak kepolisian. Pramono menyatakan masih menantikan hasil olah TKP dan laporan resmi terkait penyebab pasti munculnya api. (*)

Banner Sponsor

Iklan