Bulan Stroberi Hiasi Langit Malam, Ini Waktu Terbaik untuk Menyaksikan Fenomena Bulan Purnama Juni

Di musim panas, bulan purnama tampak rendah di langit Inggris dan dapat memiliki rona oranye karena kondisi atmosfer. (Sumber: BBC/Dok: Anadolu via Getty Images)

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Fenomena Bulan Stroberi (Strawberry Moon) akan menghiasi langit pada malam ini, menandai bulan purnama pertama di musim panas di belahan bumi utara. Menurut Royal Observatory Greenwich, puncak fase purnama akan terjadi pada dini hari Selasa, 30 Juni.

Meski demikian, para pengamat langit masih dapat menikmati penampakan Bulan Stroberi pada Senin malam, 29 Juni, hingga malam berikutnya karena bulan akan tampak hampir sepenuhnya bulat.

Salah satu keunikan Bulan Stroberi adalah posisinya yang berada paling rendah di langit dibandingkan bulan purnama lainnya sepanjang tahun di belahan bumi utara.

Posisi yang dekat dengan cakrawala ini memunculkan fenomena yang dikenal sebagai ilusi bulan (moon illusion), yakni kondisi ketika bulan tampak jauh lebih besar daripada biasanya, padahal ukuran aslinya tidak berubah.

Mengapa Disebut Bulan Stroberi?

Meski namanya mengandung kata “stroberi”, Bulan Stroberi tidak selalu tampak berwarna merah muda atau merah.

Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menggunakan nama bulan purnama untuk menandai pergantian musim. Bulan purnama pada Juni bertepatan dengan musim panen stroberi liar, sehingga diberi nama Strawberry Moon.

Tradisi penamaan bulan purnama ini telah digunakan selama berabad-abad sebagai penanda waktu sekaligus acuan perubahan musim.

Adapun jika bulan tampak berwarna merah, jingga, atau kemerahan saat terbit, hal itu bukan karena namanya, melainkan akibat pembiasan cahaya oleh atmosfer Bumi ketika bulan berada dekat cakrawala.

Apakah Cuaca Mendukung Pengamatan?

Di Inggris, peluang melihat Bulan Stroberi dipengaruhi kondisi cuaca yang mulai berubah setelah gelombang panas beberapa hari terakhir.

Udara yang lebih sejuk dari Samudra Atlantik diperkirakan membawa peningkatan tutupan awan dan hujan pada Senin malam.

Wilayah yang berpotensi mengalami langit berawan dan hujan meliputi Skotlandia, Irlandia Utara, serta Inggris bagian utara. Sementara itu, peluang langit cerah diperkirakan lebih besar di wilayah Midlands, Wales, dan Inggris bagian selatan.

Bagi pengamat di wilayah lain di dunia, termasuk Indonesia, kesempatan menyaksikan Bulan Stroberi tetap bergantung pada kondisi cuaca setempat, terutama jika langit cerah dan minim polusi cahaya.

Masih Ada Dua Bulan Purnama Menarik Berikutnya

Jika Anda melewatkan Bulan Stroberi, masih ada dua fenomena bulan purnama yang akan menghiasi langit selama musim panas meteorologis di belahan bumi utara.

  • Buck Moon akan muncul pada 29 Juli, dinamai berdasarkan masa pertumbuhan tanduk baru rusa jantan.
  • Sturgeon Moon akan menyusul pada 28 Agustus, mengambil nama dari ikan sturgeon yang dahulu banyak ditangkap masyarakat adat di kawasan Danau-Danau Besar Amerika Utara.

Kedua fenomena tersebut juga menjadi momen menarik bagi para pecinta astronomi dan fotografi langit malam. (*)

Banner Sponsor

Iklan