MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kampanye keselamatan berkendara (safety riding) yang digagas para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda berhasil menarik perhatian masyarakat. Melalui kreativitas dan konsistensi dalam membuat konten edukatif di media sosial, para duta berhasil meraih 4,8 juta tayangan (views) dari berbagai platform digital.
Capaian tersebut berasal dari 247 konten edukasi yang diproduksi dalam rangka Safety Riding Camp (SRC) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM). Program ini melibatkan 128 duta keselamatan berkendara terbaik yang lolos seleksi regional sejak April 2026.
Puncak kegiatan Safety Riding Camp 2026 akan berlangsung pada 7–9 Juli 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
Saat ini, sebanyak 53 duta keselamatan berkendara terbaik dari berbagai daerah tengah menjalani pembekalan intensif. Dari jumlah tersebut, hanya 36 peserta yang akan lolos sebagai finalis dan mengikuti puncak kompetisi SRC 2026.

Para finalis terdiri atas siswa dan guru SMA/sederajat dari enam Safety Riding Lab Astra Honda, sembilan mahasiswa dari dua perguruan tinggi, serta delapan guru PAUD yang berasal dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan Safety Riding Camp merupakan bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan berkendara yang berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial menjadi strategi efektif untuk menyebarluaskan pesan keselamatan karena generasi muda memiliki kemampuan menciptakan konten yang kreatif sekaligus menjangkau masyarakat luas.
“Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Ahmad Muhibbuddin.
Salah satu finalis, Imam Utomo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, mengaku bangga dapat mengikuti Safety Riding Camp 2026. Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekitar.
“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengampanyekan budaya keselamatan berkendara. Saya sangat antusias mengikuti Final Safety Riding Camp 2026 karena akan mendapatkan banyak pengalaman dan kompetensi baru dengan harapan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lebih banyak masyarakat,” kata Imam.
Selama kompetisi berlangsung, seluruh finalis akan mengikuti berbagai tantangan untuk mengasah kompetensi sebagai duta keselamatan berkendara. Materi yang diberikan meliputi teori keselamatan berkendara, praktik berkendara, simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), hingga kemampuan memberikan edukasi yang akan dinilai oleh Astra Honda Licence Instructor (AHLI).
Selain kompetisi, peserta juga akan memperoleh berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penyampaian pesan keselamatan kepada masyarakat.
Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Yayasan AHM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi keselamatan berkendara melalui pengembangan fasilitas pembelajaran serta pembentukan duta keselamatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. (*)

