PT Vale Indonesia Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, Anyaman Teduhu Curi Perhatian di Ajang Dekranas 2026

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional melalui pengembangan kriya lokal berbasis budaya.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan produk anyaman teduhu khas Kabupaten Luwu Timur pada ajang Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 itu berlangsung di Kota Makassar pada Kamis-Sabtu, 9–11 Juli 2026.

Partisipasi PT Vale dalam ajang tersebut menjadi bukti nyata implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian budaya lokal melalui regenerasi pengrajin secara berkelanjutan.

Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan menempatkan pelestarian kearifan lokal sebagai bagian penting dari praktik pertambangan berkelanjutan.

Menurutnya, PT Vale saat ini fokus membina generasi kedua pengrajin teduhu yang berusia antara 16 hingga 23 tahun untuk melanjutkan keterampilan para pengrajin senior yang telah menjaga tradisi tersebut selama puluhan tahun.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya,” ujar Yusri.

Saat ini, PT Vale membina dua kelompok pengrajin, yakni Komunitas Teduhu dari Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dengan memanfaatkan pakis hutan sebagai bahan baku utama, serta Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang mengolah pelepah pohon aren menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain pembinaan, PT Vale Indonesia juga memperluas pasar produk-produk tersebut dengan menjadikannya sebagai suvenir resmi perusahaan bagi tamu korporat, sekaligus memasarkan hasil kerajinan melalui jaringan hotel dan galeri.

Salah seorang pengrajin teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengungkapkan pembinaan yang dilakukan PT Vale Indonesia, telah memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usaha kerajinan di desanya.

Ia menjelaskan, tradisi menganyam yang telah berkembang sejak era 1970-an kini semakin inovatif setelah para pengrajin mulai memanfaatkan serat teduhu sejak tahun 2006.

“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru,” kata Yulianti.

Keunikan produk anyaman teduhu dan kain bermotif taipa khas Danau Matano turut menarik perhatian jajaran Dewan Kerajinan Nasional.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama Wakil Ketua II Dekranas, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, secara langsung mengunjungi booth PT Vale untuk melihat berbagai produk hasil karya pengrajin binaan perusahaan.

Sri Suparni mengapresiasi keberhasilan PT Vale dalam mendorong lahirnya generasi baru pengrajin yang mampu mengembangkan produk kriya lokal menjadi lebih inovatif dan kompetitif.

“Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” ujarnya.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Dekranas, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan penguatan ekonomi lokal dan pelestarian budaya sebagai bagian integral dari praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Upaya PT Vale Indonesia tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk kriya khas Luwu Timur di pasar nasional, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memastikan warisan budaya anyaman teduhu tetap lestari di tangan generasi muda. (*)

Banner Sponsor

Iklan