MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro, menyiapkan transformasi besar Terminal Regional Daya menjadi pusat logistik modern dan terminal ekspedisi barang.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset terminal, mendukung penataan kawasan utara Kota Makassar, mengurangi kemacetan, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan Terminal Daya ke depan tidak lagi hanya berfungsi sebagai terminal penumpang, tetapi akan dikembangkan menjadi kawasan logistik, investasi, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar melayani naik turun penumpang,” ujar Elber, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memaksimalkan potensi lahan Terminal Daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini Terminal Regional Daya memiliki luas sekitar 12 hektare. Namun, area yang digunakan untuk operasional terminal penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) hanya sekitar satu hingga dua hektare.
Dengan demikian, sekitar 10 hektare lahan masih tersedia untuk dikembangkan menjadi kawasan bisnis, logistik, dan investasi.
“Ini merupakan salah satu program yang sedang kami siapkan agar fungsi terminal tidak hanya melayani transportasi penumpang, tetapi juga menjadi pusat distribusi barang,” jelasnya.
Elber menegaskan, pengembangan terminal logistik sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, khususnya dalam penataan kawasan perkotaan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui konsep tersebut, aktivitas perusahaan ekspedisi yang selama ini tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah utara Kota Makassar akan dipusatkan di kawasan Terminal Daya. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan kawasan usaha yang lebih tertata sekaligus mengurangi kemacetan akibat aktivitas bongkar muat barang di badan jalan.
“Selama ini aktivitas ekspedisi cukup banyak berada di wilayah utara Kota Makassar dan menimbulkan gangguan lalu lintas. Ke depan kami ingin seluruh aktivitas ekspedisi itu dipusatkan di Terminal Daya sehingga lebih tertata,” katanya.

Selain mendukung penataan kota, pengembangan terminal logistik diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi Perumda Terminal Makassar Metro. Menurut Elber, sektor logistik memiliki prospek bisnis yang sangat besar dan berpotensi menjadi core business perusahaan pada masa mendatang.
“Kalau terminal ekspedisi ini berjalan, maka potensi bisnisnya sangat besar. Di sisi lain, kemacetan yang selama ini terjadi di empat kecamatan wilayah utara Kota Makassar juga bisa ditangani dengan lebih baik,” tambahnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Perumda Terminal Makassar Metro mulai melakukan sosialisasi kepada asosiasi perusahaan ekspedisi. Tahapan berikutnya akan melibatkan pemerintah kecamatan dan para pelaku usaha agar proses relokasi dapat berjalan secara bertahap dan mendapat dukungan semua pihak.
“Kami ingin semua berjalan bersama, camat mengetahui prosesnya, pelaku usaha juga memahami lokasi yang disiapkan sehingga penataan bisa dilakukan secara bertahap dan saling mendukung,” ujarnya.
Perumda menargetkan proses relokasi perusahaan ekspedisi mulai berlangsung pada 2026. Nantinya, para pelaku usaha akan memanfaatkan kios maupun lahan yang tersedia melalui sistem sewa sesuai regulasi yang berlaku serta mekanisme retribusi sebagaimana operasional terminal pada umumnya.
Selain proyek terminal logistik, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan investasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan depan Terminal Daya.
Elber mengungkapkan, saat ini telah ada investor yang menyatakan minat membangun SPBU beserta fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk area depan terminal sudah ada peminat yang ingin membangun SPBU berikut fasilitas pendukungnya. Jadi konsepnya mencakup seluruh fasilitas yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Di sisi kelembagaan, Perumda Terminal Makassar Metro juga tengah mempersiapkan transformasi status badan usaha dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Perubahan status tersebut diharapkan mampu memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan investasi, memperluas kerja sama bisnis, serta meningkatkan daya saing perusahaan.
Pengembangan kawasan Terminal Daya direncanakan berlangsung secara bertahap pada periode 2026 hingga 2027. Sementara proses perubahan status menjadi Perseroda ditargetkan rampung pada 2027 hingga 2028.
“Setelah pembenahan tiga terminal utama yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro, salah satunya Terminal Daya selesai dan transformasi menjadi Perseroda terealisasi, perusahaan akan melanjutkan ekspansi bisnis ke berbagai lokasi lainnya,” pungkas Elber. (*)

