MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Sulselbar mencatatkan kinerja positif hingga akhir Semester I 2026 di tengah tantangan perlambatan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi nasional.
Pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit dan pembiayaan, hingga laba bersih menunjukkan Bank Sulselbar tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Hingga Juni 2026, total aset Bank Sulselbar tercatat mencapai Rp35,10 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,05 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,48 triliun.
Realisasi tersebut telah mencapai 97,90 persen dari target Semester I 2026 yang ditetapkan sebesar Rp35,85 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, DPK Bank Sulselbar mencapai Rp22,54 triliun atau tumbuh 3,00 persen YoY dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp21,88 triliun.
Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Hingga Juni 2026, rasio CASA Bank Sulselbar meningkat menjadi 59,92 persen dari 56,04 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rasio tersebut tumbuh 3,87 persen YoY dan telah melampaui target Semester I 2026 sebesar 57,32 persen. Dengan demikian, realisasi CASA Bank Sulselbar mencapai 104,54 persen dari target.
Penguatan CASA menunjukkan struktur pendanaan Bank Sulselbar semakin sehat sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya dana.
Sementara itu, dari sisi intermediasi, kredit dan pembiayaan Bank Sulselbar mencapai Rp23,72 triliun. Angka tersebut meningkat 1,05 persen YoY dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp23,47 triliun.
Meski pertumbuhan kredit berlangsung lebih selektif, Bank Sulselbar tetap mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan guna menjaga kesehatan aset di tengah dinamika perekonomian.
Kinerja positif tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas perseroan. Hingga Juni 2026, Bank Sulselbar membukukan laba bersih sebesar Rp308,40 miliar.
Laba bersih tersebut tumbuh signifikan 24,59 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp247,52 miliar.
Capaian itu juga melampaui target Semester I 2026 sebesar Rp239,89 miliar atau mencapai 128,56 persen dari target.
Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut merupakan hasil sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian.
“Di balik setiap angka terdapat cerita tentang bagaimana kita bekerja, melayani, dan membangun kepercayaan nasabah. Kinerja positif hingga Juni 2026 menjadi bukti nyata sinergi, kerja keras, dan komitmen seluruh insan Bank Sulselbar,” ujar Hartani, Jumat (17/7/2026).
Memasuki Semester II 2026, Bank Sulselbar menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Strategi tersebut meliputi peningkatan pertumbuhan kredit pada sektor-sektor potensial dengan tetap menjaga kualitas portofolio, penguatan kualitas aset melalui monitoring kredit yang lebih optimal, serta peningkatan penghimpunan dana murah.
Selain itu, Bank Sulselbar akan terus mendorong efisiensi operasional secara berkelanjutan, memperkuat pendapatan berbasis komisi atau fee based income, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada produktivitas dan pelayanan prima.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, Bank Sulselbar optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah.
Melalui layanan perbankan yang inovatif, tata kelola yang baik, serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif, Bank Sulselbar berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (*)

