Dinkes Makassar: Diabetes Intai Generasi Muda, Kenali Gejalanya

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, memberikan peringatan keras mengenai ancaman penyakit diabetes melitus yang kini mulai marak menyerang generasi muda, termasuk anak-anak dan remaja.

Tren ini bergeser dari anggapan umum bahwa diabetes hanya menyerang kelompok lanjut usia (lansia).

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan bahwa peningkatan kasus diabetes pada usia produktif ini sangat dipengaruhi oleh perubahan pola hidup dan kebiasaan konsumsi harian masyarakat modern.

​”Saat ini kita melihat tren yang cukup mengkhawatirkan. Diabetes tidak lagi hanya menjadi penyakit orang tua. Anak-anak muda, remaja, bahkan anak-anak kini berada dalam lingkaran risiko tinggi jika gaya hidup dan pola makan mereka tidak dijaga dengan baik,” ujar dr. Nursaidah Sirajuddin saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

​Menurut dr. Nursaidah, salah satu pemicu utama meningkatnya risiko diabetes di usia muda adalah tingginya konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, serta minuman manis kekinian yang mengandung kadar gula berlebih.

Hal ini diperparah dengan kebiasaan kurang bergerak (sedentary lifestyle), seperti terlalu lama duduk dan bermain gawai tanpa diimbangi oleh aktivitas fisik yang cukup.

​”Konsumsi minuman berpemanis dan makanan tinggi gula yang berlebihan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, menjadi kombinasi berbahaya yang memicu obesitas dan berujung pada diabetes sejak usia dini. Diabetes pada generasi muda bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari, melainkan hasil dari akumulasi gaya hidup sehari-hari,” tegasnya.

Dinkes Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja, untuk mengenali beberapa tanda atau gejala awal diabetes agar dapat segera ditangani medis:

​Sering merasa haus yang berlebihan.

​Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

​Mudah merasa lapar meskipun sudah makan.

​Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.

​Pandangan mata mulai kabur atau buram.

​Luka atau bekas goresan yang sangat sulit untuk sembuh.

​Jika mendapati gejala-gejala tersebut, dr. Nursaidah menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan dini.

Jika diabetes terjadi sejak usia muda, kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu komplikasi serius di masa depan.

Risiko yang mengintai antara lain penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan permanen, hingga luka infeksi parah yang berisiko amputasi.

​Untuk menekan laju kasus ini, Dinkes Makassar mengajak seluruh lapisan masyarakat menerapkan langkah pencegahan sederhana melalui pola hidup sehat:

​Perbanyak konsumsi sayur dan buah guna mencukupi kebutuhan serat harian.

​Rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

​Menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari risiko obesitas.

​Menghindari kebiasaan merokok.

​Mengelola stres dengan baik dan rutin melakukan cek kesehatan berkala.

​”Jangan menunggu sakit baru kita peduli dengan kesehatan. Kami mengajak seluruh warga Makassar, mari lindungi masa depan anak-anak kita dengan membiasakan pola makan sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan sejak dini. Kesehatan mereka adalah investasi masa depan kota kita,” tutup Kepala Dinkes Makassar, dr. Nursaidah. (*)

Banner Sponsor

Iklan