MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (23/7/2026) malam, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka bakar, serta menyebabkan dua unit rumah kontrakan rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, memastikan penanganan tidak hanya difokuskan pada fase tanggap darurat, tetapi juga akan berlanjut hingga proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan bagi warga terdampak.
Berdasarkan laporan awal Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.02 WITA. Peristiwa pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara kaca jendela pecah akibat suhu panas tinggi dari salah satu kamar kos yang terbakar. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Data sementara mencatat satu unit rumah kontrakan mengalami kerusakan berat dan satu unit lainnya mengalami kerusakan sedang. Sebanyak lima kepala keluarga atau 10 jiwa terdampak akibat insiden tersebut.
Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Dg. Fuji (57) dan Ariani (47). Sementara satu korban lainnya, Aldi Muslim (27), mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Makassar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus memastikan pemerintah hadir mendampingi para korban hingga proses pemulihan selesai.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sejak laporan diterima, seluruh unsur bergerak cepat melakukan evakuasi, asesmen, dan koordinasi penanganan darurat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, Jumat (24/7/2026).
Fadli Tahar menegaskan, setelah masa tanggap darurat berakhir, BPBD Kota Makassar akan melanjutkan pendampingan melalui penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga layanan dukungan psikososial apabila dibutuhkan.
“BPBD akan melanjutkan pendampingan melalui bantuan logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga layanan dukungan psikososial agar warga terdampak dapat segera bangkit kembali,” tambahnya.
Dalam upaya penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan 12 unit armada dengan dukungan 42 personel untuk memadamkan api sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
BPBD Kota Makassar bersama Damkarmat juga melakukan evakuasi korban serta mendirikan Posko Penanganan Darurat di Kontainer Kelurahan Sambung Jawa guna melayani kebutuhan masyarakat terdampak.
Hasil asesmen sementara menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan para penyintas, antara lain tenda terpal, family kit, first aid kit, selimut, serta sarung.
Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya BPBD Kota Makassar, Damkarmat, TNI, Polri, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kecamatan Mamajang, Pemerintah Kelurahan Sambung Jawa, serta perangkat RT dan RW setempat.
BPBD Kota Makassar memastikan proses asesmen akan terus diperbarui, sesuai perkembangan di lapangan. Pendataan lanjutan juga akan dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan sosial bagi seluruh warga yang terdampak kebakaran. (*)

