Unhas dan BPJS Kesehatan Integrasikan Literasi JKN ke Kurikulum, Siapkan Lulusan Jadi Agen Edukasi Jaminan Kesehatan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama BPJS Kesehatan, memperkuat sinergi dalam pengembangan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan materi literasi JKN ke dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus guna mencetak lulusan yang memahami sistem jaminan sosial kesehatan secara komprehensif.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem jaminan sosial kesehatan melalui jalur pendidikan tinggi.

Selain pendidikan, kolaborasi juga mencakup pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga optimalisasi kepesertaan aktif JKN di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng.), HSE-Cert., mengatakan hubungan kemitraan antara Unhas dan BPJS Kesehatan telah terjalin cukup lama dan terus berkembang mengikuti kebutuhan pembangunan nasional.

“Kolaborasi ini bukan sesuatu yang baru. Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menjalankan tridarma secara konvensional, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk BPJS Kesehatan,” ujar Prof. Suharman, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut juga bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan, sehingga lulusan Unhas tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami sistem pelayanan publik, khususnya di bidang jaminan kesehatan nasional.

Sementara itu, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien, MPH., AAK., menilai Unhas memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia.

Ia menyebut banyak alumni Unhas yang kini berkiprah di BPJS Kesehatan dengan menunjukkan kapasitas profesional yang baik.

Di sisi lain, Kepala Corporate University BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, S.Si., Apt., AAAK., menjelaskan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai rekomendasi penguatan sistem jaminan sosial nasional.

Menurutnya, meski Program JKN telah menjadi program strategis pemerintah, tantangan terbesar masih berada pada aspek literasi dan pemahaman masyarakat mengenai sistem jaminan sosial kesehatan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin meningkatkan literasi masyarakat mengenai sistem jaminan sosial kesehatan melalui perguruan tinggi. Kami berharap Unhas dapat menjadi pionir dalam membangun literasi JKN sehingga lulusan Unhas mampu menjadi agen edukasi ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, ruang lingkup kerja sama juga meliputi pelaksanaan penelitian, pengembangan kajian ilmiah terkait implementasi JKN, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kepesertaan aktif JKN bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga keluarga besar Unhas.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan yang dimiliki Universitas Hasanuddin juga diharapkan mampu mendukung berbagai program penguatan implementasi JKN.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kedua institusi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. Vetty Yulianty Permanasari, S.Si., M.P.H., bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.

Dalam pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/7), Unhas diwakili Wakil Rektor Prof. Suharman Hamzah, sedangkan BPJS Kesehatan diwakili Kepala Corporate University, Octovianus Ramba.

Pada kesempatan yang sama, kedua belah pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pembelajaran Modul Muatan Jaminan Sosial Kesehatan. Melalui perjanjian ini, materi JKN akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di Universitas Hasanuddin sebagai langkah konkret memperkuat literasi jaminan sosial kesehatan di kalangan mahasiswa.

Kolaborasi Unhas dan BPJS Kesehatan tersebut, juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan pengayaan kurikulum, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan pemahaman masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan yang inklusif. (*)

Banner Sponsor

Iklan