Rektor Unhas: Lulusan Harus Siap Bersaing di Tingkat Global, Bukan Sekadar Miliki Gelar

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan semakin terbukanya mobilitas talenta antarnegara telah mengubah makna sebuah gelar akademik. Di era persaingan global, lulusan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan dunia.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., atau yang akrab disapa Prof. JJ, saat memberikan pidato pada Wisuda Periode Juli 2026 di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

Menurut Prof. JJ, para wisudawan kini memasuki dunia yang jauh berbeda dibandingkan saat pertama kali diterima sebagai mahasiswa. Persaingan saat ini tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kemampuan berinovasi, dan daya saing di tingkat internasional.

“Saat kalian melangkah keluar dari ruangan ini nanti, kalian tidak lagi menghadapi dunia yang sama seperti saat pertama kali menjadi mahasiswa baru. Persaingan hari ini bukan lagi sekadar persaingan antarkota atau antarprovinsi, melainkan persaingan talenta di tingkat global,” ujar Prof. JJ.

Ia menjelaskan, transformasi Unhas menjadi perguruan tinggi bereputasi dunia bukan sekadar mengejar posisi dalam berbagai pemeringkatan internasional. Langkah tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing global.

Saat ini, Unhas terus memperkuat kualitas akademik melalui peningkatan mutu pembelajaran, kolaborasi internasional, serta pengembangan reputasi di tingkat dunia. Menurut Prof. JJ, pengakuan internasional terhadap sebuah universitas akan memberikan nilai tambah bagi para alumninya ketika memasuki dunia kerja.

“Ketika nama Unhas diakui dunia, tingkat kepercayaan perusahaan nasional dan multinasional terhadap kalian akan melonjak tajam. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Singapura, Jepang, Eropa, dan di mana pun kaki kalian berpijak. Lulusan Unhas tidak boleh dipandang sebelah mata,” katanya.

Reputasi Dibangun Lewat Riset dan Kolaborasi Global

Prof. JJ menegaskan bahwa reputasi internasional tidak dibangun hanya melalui capaian peringkat dunia. Menurutnya, pengakuan tersebut harus didukung oleh kualitas riset, publikasi ilmiah, serta kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Karena itu, Unhas terus mendorong sivitas akademika untuk memperluas kolaborasi dengan ilmuwan dari berbagai negara. Mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti berbagai program internasasional, termasuk skema double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Meski memperluas jejaring global, Unhas tetap mempertahankan identitasnya sebagai kampus maritim Indonesia. Berbagai penelitian dan inovasi diarahkan untuk menjawab tantangan nasional, seperti pelestarian ekosistem laut, hilirisasi hasil riset, hingga penguatan diplomasi sains Indonesia di tingkat internasional.

Menurut Prof. JJ, universitas berkelas dunia harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya unggul dalam indikator akademik.

Gelar Akademik Adalah Awal Perjalanan

Menjelang akhir pidatonya, Prof. JJ mengajak para wisudawan memaknai perjalanan hidup melalui kisah The Odyssey, yang menceritakan perjalanan panjang Odysseus setelah Perang Troya.

Ia menilai, kemenangan sejati bukanlah ketika berhasil menyelesaikan sebuah perjuangan, melainkan kemampuan bertahan menghadapi tantangan yang datang setelahnya.

Bagi para lulusan, menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah garis akhir. Gelar akademik justru menjadi bekal untuk memasuki fase kehidupan baru yang penuh perubahan, ketidakpastian, dan persaingan.

“Jangan pernah memohon lautan yang tenang, karena sejarah membuktikan nakhoda hebat tidak pernah lahir dari sana. Sebagai pewaris mental pelaut dari Benua Maritim Indonesia, jadikan ilmu dari Kampus Merah ini sebagai kompas navigasi dan ambil alih kemudi hidup Saudara. Jangan pernah bermental kerdil. Hadapi setiap badai tantangan dengan kepala tegak, bentangkan layar keberanian, dan jadilah penakluk samudra masa depan,” pesan Prof. JJ.

Unhas Kukuhkan 1.355 Lulusan Baru

Pada Wisuda Periode Juli 2026, Universitas Hasanuddin mengukuhkan 1.355 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi di Baruga A.P. Pettarani. Sesi pertama digelar pada Jumat (24/7) dan diikuti 668 wisudawan, sedangkan sesi kedua pada Sabtu (25/7) diikuti 687 wisudawan.

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 469 orang (34,61 persen) merupakan laki-laki dan 886 orang (65,39 persen) merupakan perempuan.

Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan para alumni untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat di tingkat nasional maupun global. (*)

Banner Sponsor

Iklan