MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting yang akan memengaruhi perjalanan karier seseorang. Namun, tidak sedikit lulusan yang mengaku menyesali jurusan yang mereka pilih karena dinilai tidak sejalan dengan harapan, terutama dari sisi pendapatan dan peluang kerja.
Berdasarkan survei yang dilakukan ZipRecruiter terhadap 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan, sejumlah jurusan tercatat memiliki tingkat penyesalan yang cukup tinggi. Faktor utama yang dikeluhkan adalah kesenjangan antara ekspektasi saat menempuh pendidikan dengan realitas di dunia kerja.
Mengutip laporan CNBC Indonesia, jurusan Manajemen Marketing dan Riset, Pendamping Medis, Ilmu Politik dan Pemerintahan, serta Sastra Inggris menjadi beberapa program studi dengan tingkat penyesalan tertinggi, yakni berkisar antara 52 hingga 60 persen.
Salah satu penyebabnya adalah persoalan finansial. Pendiri ZipRecruiter, Ian Siegel, menilai bahwa kondisi ekonomi setelah lulus sering kali mengubah cara seseorang memandang pilihan jurusan yang pernah diambil.
“Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan, gaji mungkin menjadi lebih penting,” ujarnya.
Meski demikian, para akademisi mengingatkan bahwa manfaat kuliah tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan pertama setelah lulus.

Dosen STIE 66 Kendari, Dr. David C.E. Lisapaly, menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan tempat untuk membangun kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam tim, hingga memperluas jaringan profesional.
“Melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah memberikan pengalaman yang menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era persaingan global,” kata Dr. David.
Ia menambahkan, pendidikan tinggi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain membuka peluang karier yang lebih luas, perguruan tinggi juga membantu mahasiswa mengembangkan literasi digital, kemampuan berwirausaha, serta kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.
Bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin melanjutkan pendidikan, persiapan yang matang dinilai sangat penting. Calon mahasiswa perlu menentukan tujuan kuliah, memilih jurusan sesuai minat dan bakat, serta membekali diri dengan kemampuan belajar mandiri.
Selain itu, keterampilan seperti penguasaan teknologi digital, komunikasi yang efektif, dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh dunia industri.
Di sisi lain, lulusan SMA dan SMK juga disarankan mengenali potensi diri sebelum menentukan pilihan, apakah langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pengalaman melalui organisasi, magang, pelatihan, maupun sertifikasi dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Pada akhirnya, memilih jurusan kuliah sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan prospek gaji, tetapi juga minat, kemampuan, serta peluang pengembangan karier dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang tepat, keputusan tersebut dapat menjadi investasi yang memberikan manfaat berkelanjutan. (*)

