MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan tata kelola kepelabuhanan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Anti Penyuapan dan Anti Fraud yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Makassar.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud” itu berlangsung di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (29/7).
Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam mencegah praktik penyuapan, kecurangan (fraud), serta berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak dapat dilakukan hanya oleh perusahaan. Menurutnya, dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem pelabuhan menjadi faktor penting untuk menciptakan layanan yang profesional dan berintegritas.
“Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama. Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujar Rinto.
Ia menjelaskan, Pelindo Regional 4 secara konsisten menjalankan berbagai program untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Upaya tersebut mencakup pengendalian gratifikasi, penerapan Whistleblowing System (WBS), hingga peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya nilai-nilai integritas.
Menurut Rinto, komitmen antikorupsi tersebut juga diperluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya kerja yang bersih dapat diterapkan secara menyeluruh di lingkungan pelabuhan.
“Kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga integritas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pelindo Regional 4 menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik.

Aswin menegaskan bahwa pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen setiap individu, kemudian diperkuat melalui sistem organisasi yang transparan, akuntabel, dan memiliki mekanisme pengawasan yang efektif.
“Integritas bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam proses pelayanan. Ketika seluruh pihak memahami risiko hukum dan dampak dari penyuapan maupun fraud, budaya kepatuhan akan tumbuh dan menjadi benteng utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pengguna jasa menjadi kunci dalam membangun ekosistem kepelabuhanan yang bersih, sehat, dan memiliki daya saing.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 berharap seluruh stakeholder semakin memahami pentingnya penerapan prinsip integritas dalam setiap proses pelayanan. Dengan komitmen bersama, lingkungan kerja yang bebas dari praktik penyuapan dan fraud diharapkan dapat terus terwujud.
Sebagai penutup kegiatan, Pelindo Regional 4 bersama seluruh stakeholder dan pengguna jasa yang hadir menandatangani Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi seluruh pihak dalam mendukung pelayanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas. (*)

