MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kinerja penerimaan Bea Cukai di wilayah Sulawesi Selatan hingga Semester I Tahun Anggaran 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp131,96 miliar atau 35,34 persen dari target sebesar Rp373,43 miliar.
Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers Kinerja APBN Regional Sulawesi Selatan yang digelar Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Rabu (29/7/2026).
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Alimuddin Lisaw, menjelaskan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai berasal dari tiga komponen utama, yakni Bea Masuk sebesar Rp78,49 miliar, Bea Keluar Rp22,19 miliar, dan Cukai sebesar Rp31,28 miliar.
Menurutnya, kontribusi penerimaan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang pendapatan negara di Sulawesi Selatan, sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah yang dibiayai melalui APBN.
Berperan Menjaga Penerimaan Negara
Selain menjalankan fungsi penerimaan negara, Bea Cukai juga memiliki peran strategis dalam mengawasi lalu lintas barang ekspor dan impor, melindungi masyarakat dari masuknya barang ilegal, serta mendukung kelancaran perdagangan dan investasi.
Kinerja Bea Cukai menjadi salah satu faktor yang ikut menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Secara keseluruhan, hingga 30 Juni 2026, pendapatan negara di Sulawesi Selatan mencapai Rp7,21 triliun atau 39,13 persen dari target. Penerimaan tersebut berasal dari perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
APBN Tetap Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pada saat yang sama, realisasi belanja negara di Sulawesi Selatan mencapai Rp25,94 triliun atau 50,17 persen dari pagu anggaran. Belanja tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga program prioritas pemerintah.
Perekonomian Sulawesi Selatan juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026 mencapai 6,88 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Neraca perdagangan tetap mencatat surplus, sementara inflasi hingga Juni 2026 berada pada level 3,56 persen (year on year).
Pemerintah berharap sinergi seluruh instansi di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, mampu terus menjaga penerimaan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (*)

