KUR Bank Mandiri Tembus Rp21,41 Triliun Hingga Semester I 2026, Jangkau 162 Ribu UMKM dan Perkuat Ekonomi Produktif

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut telah mencapai 52,21 persen dari target penyaluran KUR tahun 2026 sebesar Rp41 triliun, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Penyaluran KUR tersebut telah menjangkau lebih dari 162 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia. Capaian ini semakin mempertegas peran Bank Mandiri sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengatakan realisasi penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem ekonomi nasional melalui dukungan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin pelaku UMKM merasakan kemudahan, baik dari sisi akses pembiayaan maupun pendampingan agar usaha mereka naik kelas. Ini juga merupakan wujud peran kami sebagai mitra usaha jangka panjang bagi para pelaku UMKM,” ujar Saptari dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).

Saptari menjelaskan, penyaluran KUR masih didominasi sektor produksi yang mencapai 63,92 persen atau senilai Rp13,68 triliun, sedangkan sektor nonproduksi menyerap 36,08 persen atau sekitar Rp7,72 triliun.

Dari sisi sektor usaha, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08 persen, disusul sektor jasa produksi sebesar 21,75 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan Bank Mandiri semakin terarah pada sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Selain itu, perluasan akses pembiayaan kepada pelaku usaha baru juga terus meningkat. Hingga akhir Juni 2026, jumlah debitur baru penerima KUR telah mencapai 116 ribu pelaku usaha atau 52,51 persen dari target sebanyak 220 ribu debitur baru sepanjang tahun 2026.

“Capaian ini menunjukkan akselerasi Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan formal kepada pelaku usaha yang sebelumnya belum terlayani, sekaligus memperkuat ekonomi produktif di berbagai daerah,” kata Saptari.

Tak hanya fokus pada pembiayaan UMKM, Bank Mandiri juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, salah satunya Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sisi demand sebesar Rp839,99 miliar kepada 3.167 debitur.

Program Bank Mandiri tersebut, ditujukan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk pembelian, pembangunan maupun renovasi rumah yang juga mendukung aktivitas usahanya.

Secara kumulatif sejak tahun 2008 hingga 30 Juni 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp324,65 triliun kepada 3,75 juta debitur di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan, Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop, yang menghubungkan UMKM dengan seluruh pelaku dalam rantai nilai, mulai dari pemasok, distributor, agregator hingga off-taker.

Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan semakin tepat sasaran, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Saptari menegaskan, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengembangkan model bisnis BUMN yang adaptif, kolaboratif, serta memperluas akses pembiayaan melalui jaringan layanan, kanal digital, dan penguatan literasi keuangan.

“Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang sehat dan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya kami menjadi ekosistem penggerak ekonomi negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Regional CEO Bank Mandiri Wilayah Sulawesi Maluku, Nunung Andreas Wisnu P, menegaskan bahwa wilayah Sulawesi dan Maluku menjadi salah satu fokus penguatan pembiayaan produktif, khususnya bagi sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan, dan industri pengolahan.

Menurutnya, Bank Mandiri terus memperluas jangkauan layanan KUR agar semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan tepat sasaran.

“Kami optimistis penyaluran KUR di wilayah Sulawesi dan Maluku akan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Tidak hanya memberikan pembiayaan, Bank Mandiri juga menghadirkan pendampingan, digitalisasi layanan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar UMKM mampu naik kelas, semakin kompetitif, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nunung Andreas Wisnu P.

Ia menambahkan, Bank Mandiri akan terus memperkuat ekosistem pembiayaan produktif melalui sinergi dengan berbagai sektor usaha sehingga manfaat KUR dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional. (*)

Banner Sponsor

Iklan