MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Tim Sargacycle Universitas Hasanuddin (Unhas) menuntaskan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, dengan menyerahkan hasil inovasi pengolahan limbah makroalga kepada pemerintah desa setempat.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Sekretaris Desa Laikang, Sahar, sebagai penanda berakhirnya kegiatan pengabdian sekaligus komitmen mahasiswa Unhas menghadirkan solusi berbasis inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Ketua Tim Sargacycle, M. Ihram, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari persoalan melimpahnya makroalga jenis Sargassum yang kerap terdampar di pesisir Desa Laikang. Selama ini, tumpukan makroalga tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan justru mengganggu kebersihan serta aktivitas masyarakat pesisir.
Melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan, tim berhasil mengolah limbah organik tersebut menjadi eco-enzyme yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi lingkungan.
“Alhamdulillah, kedua racikan eco-enzyme yang kami kembangkan berhasil diproduksi dengan baik dan hasilnya memuaskan. Varian yang difermentasi menggunakan ragi sangat efektif sebagai pembersih rumah tangga, sedangkan racikan alami diproyeksikan menjadi pupuk organik cair berkualitas,” ujar M. Ihram, Sabtu (1/8/2026).
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada program pengabdian semata, tetapi dapat terus dikembangkan dan diproduksi secara mandiri oleh masyarakat Desa Laikang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Laikang dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan ini. Semoga inovasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” katanya.
Keunggulan produk hasil inovasi mahasiswa Unhas itu juga telah dirasakan langsung oleh warga.

Salah seorang warga mitra, Daeng Ngawing, mengaku puas setelah mencoba eco-enzyme buatan Unhas tersebut sebagai cairan pembersih.
“Cairannya sangat bagus. Saya gunakan untuk membersihkan cincin dan hasilnya mengkilap seperti baru. Sangat efektif,” ungkapnya.
Selain menyerahkan produk eco-enzyme, Tim Sargacycle juga memberikan buku panduan atau guidebook berisi tata cara pembuatan eco-enzyme. Panduan tersebut diharapkan menjadi referensi praktis agar masyarakat mampu memproduksi sendiri eco-enzyme dengan memanfaatkan potensi makroalga yang melimpah di wilayah pesisir.
Sekretaris Desa Laikang, Sahar, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa Universitas Hasanuddin tersebut.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan limbah pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengolahan sumber daya lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Unhas atas ilmu yang telah dibagikan kepada masyarakat. Produk beserta buku panduannya akan kami pelajari bersama perangkat desa dan akan kami uji coba. Harapan kami, inovasi ini terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Program Sargacycle menjadi salah satu contoh penerapan konsep ekonomi sirkular di kawasan pesisir. Limbah makroalga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai berhasil diolah menjadi produk multifungsi yang bermanfaat sebagai pembersih rumah tangga maupun pupuk organik cair.
Inovasi Unhas tersebut, diharapkan mampu membantu mengurangi volume limbah organik di kawasan pesisir sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha berbasis lingkungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

