Perayaan Hari Kucing Sedunia 8 Agustus: Sejarah Panjang hingga Aksi Nyata Peduli Anabul

Merayakan Hari Kucing Sedunia bisa dengan membuatkan makanan khusus untuknya. (Sumber: CNN Indonesia/Foto: iStockphoto/ChristopherBernard)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Peringatan Hari Kucing Sedunia yang jatuh pada Sabtu, 8 Agustus, menjadi momentum khusus bagi para pemilik maupun pencinta hewan di seluruh dunia. Momen tahunan ini tidak hanya dirayakan sebagai bentuk kasih sayang kepada hewan peliharaan di rumah, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kepedulian terhadap nasib kucing-kucing yang belum beruntung.

Sejarah perayaan ini bermula pada tahun 2002. Merujuk data Peace Palace Library, Hari Kucing Sedunia pertama kali diprakarsai oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) bersama jaringan organisasi pelindung hak-hak hewan. Inisiatif tersebut dihadirkan untuk membangun kesadaran publik mengenai kesejahteraan felid atau kucing secara menyeluruh.

Meskipun sebagian besar kucing peliharaan telah mendapatkan kehidupan yang layak dengan pakan serta tempat tinggal terjamin, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak anabul yang mengalami pengabaian. Ketidakbertanggungjawaban oknum pemilik kerap berujung pada penelantaran, sehingga banyak kucing terlantar di jalanan tanpa perawatan kesehatan, makanan, maupun kasih sayang yang memadai.

Ilustrasi. Diperingati setiap tanggal 8 Agustus, ada beberapa cara menarik untuk merayakan Hari Kucing Sedunia. (iStock/skynesher)

Melansir informasi dari Eco Calendar, salah satu fokus utama yang terus didorong dalam peringatan ini adalah gerakan adopsi. Langkah mengadopsi kucing jalanan atau kucing dari shelter terbukti membawa dampak positif ganda. Selain memperpanjang angka harapan hidup sang hewan, kehadiran kucing adopsi juga memberikan manfaat kesehatan emosional, psikologis, hingga fisik bagi sang pemilik.

Baca juga: Aktivitas Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total Buntut Kebakaran Lahan di Suryakencana

Memanfaatkan momen akhir pekan, para pemilik dapat mengisi Hari Kucing Sedunia dengan berbagai aktivitas berkualitas bersama hewan kesayangan. Pembuatan camilan mandiri seperti olahan salmon cincang, bola-bola tuna, atau daging ayam dapat menjadi kejutan lezat untuk mengenalkan variasi tekstur makanan baru. Pemberian mainan interaktif seperti tongkat pancing, bola, hingga senter laser juga efektif menambah keceriaan anabul.

Bagi masyarakat yang belum atau tidak memiliki hewan peliharaan, partisipasi tetap dapat dilakukan melalui aksi sosial. Menjadi sukarelawan atau menyalurkan bantuan berupa dana dan logistik ke tempat penampungan hewan terdekat menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Bagi yang berencana memelihara kucing, memilih jalur adopsi ketimbang membeli di toko hewan menjadi tindakan nyata dalam mendukung kesejahteraan hewan. (*)

Banner Sponsor

Iklan