MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi potensi aksi brutal dan tindakan anarkis di wilayahnya. Upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ini dilakukan melalui penguatan sistem pemantauan digital serta penggalangan sinergi empat pilar keamanan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memaparkan strategi tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Makassar terkait Situasi Kamtibmas di Swiss-Belhotel, Jalan Ujung Pandang, Senin (31/8/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak mampu berdiri sendiri tanpa dukungan lintas sektor dan peran aktif warga.
“Pemerintah Kota terus kolaborasi keterlibatan TNI, Polri dan ormas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Kota Makassar,” ujar Munafri dalam kesempatan tersebut.
Skema pengamanan wilayah diarahkan pada sistem yang saling terintegrasi. Pendekatan ini memadukan pemanfaatan teknologi modern, kecepatan penanganan di lapangan, sinergi antarinstansi penegak hukum, serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas lokal.
Baca juga: Perkuat Tata Kelola Aset dan Pajak, Pemkot Makassar dan BPN Resmi Jalin Sinergi Strategis
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Ino Dwi Setyo Darmawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Panca Sakti, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fathur Rahim. Jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), KNPI, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) juga turut memadati ruang rapat.

Munafri menjelaskan, pihak Pemkot Makassar telah menyiapkan empat instrumen utama demi mewujudkan situasi lingkungan yang aman. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan jaringan pengawasan kamera Closed-Circuit Television (CCTV) secara masif hingga ke tingkat lorong.
Saat ini, sekitar 8.000 titik kamera pengawas disiapkan untuk saling terhubung melalui jaringan fiber optik ke pusat kendali war room. Berdasarkan rekam jejak infrastruktur lalu lintas, Pemkot memasang 230 unit CCTV di 202 titik pada tahun 2024, lalu meningkat menjadi 240 unit di 212 titik pemantauan pada tahun 2025.
Baca juga: Munafri Resmikan Masjid Maradekaya, Dorong Jadi Pusat Pembinaan Generasi Qurani
Meski demikian, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini mengungkapkan bahwa integrasi seluruh jaringan CCTV masih dalam proses pembenahan dan pemeliharaan teknis. Beberapa sambungan antar-jaringan sedang dituntaskan agar pemantauan digital bisa segera berjalan optimal.
“Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital,” terangnya.
Selain kamera pengawas, Pemkot Makassar mengandalkan layanan panggilan darurat Call Center 112 yang beroperasi nonstop selama 24 jam. Kanal respons cepat ini siap menampung laporan warga mengenai insiden kriminalitas, kegawatdaruratan medis, hingga kejadian bencana alam.
“Respon cepat 112, layanan panggilan darurat 24 jam terpadu untuk segala insiden kriminalitas, medis dan bencana ini kita aktifkan,” tegas Munafri.
Pemberdayaan warga di tingkat lorong juga dinilai memegang peran vital. Interaksi sosial yang erat di kawasan pemukiman padat dinilai efektif sebagai benteng deteksi dini untuk memadamkan potensi konflik sejak awal.
Pemkot Makassar turut mengajak pengurus ormas untuk bertindak sebagai mata dan telinga pemerintah di lapangan. Menurut Appi, stabilitas keamanan kota berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi lokal serta masuknya investasi dan wisatawan.
Baca juga: Pesta Rakyat Kecamatan Wajo Meriah, Munafri Apresiasi Toleransi dan Potensi Ekonomi Warga
Faktor keberagaman suku, budaya, dan agama juga menjadi fokus perhatian. Munafri mengapresiasi kerja keras FKUB dalam merawat toleransi hingga berhasil membawa indeks toleransi Makassar melonjak drastis dari peringkat ke-54 ke posisi kesembilan nasional.
“Yang kita jaga bukan hanya konflik-konflik sosial, tapi juga konflik-konflik agama. Ini penting sekali,” kata Munafri.
Di lokasi yang sama, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana melaporkan bahwa kondisi kamtibmas di wilayahnya menunjukkan statistik positif dalam sepekan terakhir. Gangguan keamanan menonjol seperti balap liar, perkelahian kelompok, dan konvoi geng motor tercatat mengalami penurunan drastis.

Evaluasi jajaran kepolisian menunjukkan aksi geng motor dalam sepekan terakhir hanya terjadi satu kali, berbanding terbalik dari periode sebelumnya yang bisa berlangsung setiap hari. Dalam tempo yang sama, aparat mencatat empat kali aksi balap liar dan empat kasus tawuran skala kecil.
Aparat Polrestabes Makassar mengamankan sedikitnya 55 orang terkait beragam pelanggaran hukum, termasuk kasus penganiayaan dan narkotika. Sebagian di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Polisi jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kita bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu kepedulian dan partisipasi masyarakat,” tutur Arya Perdana.
Kelancaran komunikasi antarlembaga juga tecermin dari pengelolaan aksi unjuk rasa. Dari 69 rencana demonstrasi yang terdaftar, hanya 25 aksi yang terealisasi secara aman dan tertib dengan dominasi isu-isu lokal.
Baca juga: Munafri Arifuddin Tekankan Silaturahmi dan Pendidikan Karakter di Maulid KKDB
Bahkan, pada aksi serentak nasional tanggal 27 Agustus 2026, seluruh rangkaian unjuk rasa di Kota Makassar berhasil dibubarkan dalam kondisi tertib pada pukul 18.00 WITA. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi beberapa kota besar lain yang masih bergejolak hingga malam hari.
Sinergi ketat antara Forkopimda, aparatur kecamatan, tokoh agama, akademisi, hingga ormas diharapkan terus terjaga demi memastikan Makassar tetap aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)


