MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk kembali memperkuat komitmennya membangun komunikasi terbuka dengan insan pers melalui penyelenggaraan Journalist Writing and Photo Competition (JWPC) 2026.
Sosialisasi JWPC 2026 sekaligus pemaparan komitmen keberlanjutan PT Vale Indonesia digelar di Panbakers Latimojong, Makassar, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jurnalis dan fotografer di Makassar sebagai bagian dari rangkaian pengenalan ajang apresiasi karya jurnalistik tahunan PT Vale.
Dalam sosialisasi tersebut, PT Vale memaparkan berbagai informasi terkait JWPC 2026, mulai dari tema, subtema, kategori peserta, hingga ketentuan dan mekanisme pengiriman karya.

Tahun ini, JWPC mengangkat tema “Menguatkan Komitmen Hilirisasi, Membangun Penciptaan Nilai Tambah Berbasis Keberlanjutan.” Tema tersebut menjadi ruang bagi jurnalis dan pewarta foto untuk mengangkat berbagai perspektif mengenai hilirisasi, praktik pertambangan berkelanjutan, inovasi, lingkungan, serta manfaat kegiatan perusahaan bagi masyarakat.
Baca juga: PT Vale Indonesia Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Fondasi Keberlanjutan Industri Tambang
Berdasarkan informasi resmi PT Vale, JWPC 2026 memiliki sejumlah subtema, di antaranya pembangunan fondasi hilirisasi melalui proyek strategis, suara komunitas untuk perubahan, kolaborasi strategis membangun industri yang tangguh, transformasi melalui inovasi hijau, serta dampak nyata dalam menjawab tantangan lingkungan dan sosial.
Kompetisi tersebut terbuka bagi jurnalis dan fotografer, dengan kategori media nasional serta media regional di wilayah Sulawesi. Untuk karya tulis, PT Vale memberikan ruang bagi jurnalis untuk mengirimkan karya berupa straight news, feature, maupun artikel mendalam sesuai ketentuan kompetisi.
Baca juga: PT Vale Indonesia Perkuat Ketahanan Pesisir Luwu Timur Lewat Rehabilitasi Mangrove dan Lamun
Batas akhir pengiriman karya JWPC 2026 ditetapkan pada 30 September 2026. PT Vale juga menegaskan bahwa tidak ada biaya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Perkuat Pemahaman Media
Selain menyampaikan ketentuan kompetisi, sosialisasi JWPC 2026 menjadi momentum bagi PT Vale untuk memberikan informasi mengenai implementasi komitmen keberlanjutan perusahaan.
Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menekankan pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi yang berimbang dan mendalam mengenai aktivitas perusahaan, khususnya terkait keberlanjutan, hilirisasi, lingkungan, serta kontribusi perusahaan terhadap masyarakat.
Baca juga: PT Vale Indonesia dan Pemkab Kolaka Perkuat Kompetensi Tenaga Medis, 33 Nakes Ikuti Pelatihan BTCLS
Menurutnya, JWPC tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi jurnalis untuk menggali dan menyampaikan berbagai praktik keberlanjutan PT Vale kepada publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Komunikasi yang terbuka dengan media dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai aktivitas pertambangan dan upaya perusahaan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Baca juga: PT Vale Indonesia Buka Beasiswa Komunitas Jenjang S2 Untuk Talenta Muda Luwu Timur
Penyelenggaraan JWPC sendiri bukan hal baru bagi PT Vale. Kompetisi tersebut telah dimulai sejak 2018 sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalis dan pewarta foto dalam mengangkat isu pertambangan berkelanjutan.
Melalui JWPC 2026, PT Vale kembali mendorong insan pers untuk menghasilkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memperluas pemahaman publik mengenai transformasi industri pertambangan, hilirisasi, inovasi hijau, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan.
Baca juga: PT Vale Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana NTT
Dengan demikian, karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi jembatan informasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam melihat perkembangan industri pertambangan secara lebih objektif dan komprehensif.
PT Vale juga menyebut karya JWPC 2026 dinilai berdasarkan antara lain kreativitas, kejelasan pesan, dampak sosial, dan relevansi isu, sehingga angle pemberitaan mengenai keberlanjutan cukup kuat untuk dikembangkan dalam karya peserta. (Adv)


