MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Nilai investasi di Kota Makassar menunjukkan peningkatan signifikan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyebut investasi di ibu kota Sulawesi Selatan itu naik dari sekitar Rp3,82 triliun pada 2024 menjadi Rp5,29 triliun pada 2025.
Kenaikan tersebut mencapai sekitar 38,48 persen. Menurut Appi, pertumbuhan investasi itu menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Appi saat memaparkan potensi strategis Makassar dalam Business Connection Indonesia-China 2026 yang digelar Bank Sulselbar di Hotel The Rinra Makassar, Selasa (8/9/2026).
“Ini artinya ada kepercayaan yang kita berikan kepada para investor untuk bisa menanamkan modal di kota ini,” kata Appi.
Appi mengatakan, peningkatan investasi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Makassar yang saat ini mencapai 6,61 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita berusaha terus untuk menjaga pertumbuhan ini. Sehingga pertumbuhan ini tidak hanya tumbuh di atas angka-angka statistik,” ujarnya.
“Kita berharap pertumbuhan ini bisa memberikan dampak langsung terhadap pengaruh ekonomi yang ada di Kota Makassar ini,” sambung Ketua IKA FH Unhas tersebut.
Dalam forum bisnis Indonesia-China tersebut, Appi menegaskan Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, posisi geografis Makassar telah menjadikan kota tersebut sebagai titik pertemuan aktivitas perdagangan dan transaksi keuangan sejak berabad-abad lalu.
“Kota Makassar ini merupakan jantung perdagangan, khususnya yang ada di Indonesia Timur, dan tempat terjadinya transaksi keuangan. Baik di zaman abad yang lalu, dan ini masih bisa berlangsung sampai sekarang,” tuturnya.
Ia menilai posisi geografis tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Makassar sebagai penghubung Indonesia bagian timur dengan wilayah barat hingga pasar internasional.
Makassar, lanjut Appi, memiliki karakteristik berbeda dengan daerah yang mengandalkan sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, dan komoditas alam.
Sebagai kota perdagangan, kekuatan utama Makassar justru berada pada konektivitas.
“Kami adalah kota dagang yang tentu menjadikan konektivitas menjadi jantung dari segala kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Untuk mendukung fungsi tersebut, Makassar memiliki infrastruktur transportasi yang relatif lengkap.
Termasuk pelabuhan yang melayani konektivitas internasional dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang memiliki penerbangan internasional.
Konektivitas itu dinilai dapat menjadi fondasi pengembangan perdagangan dan investasi sekaligus membuka akses produk lokal menuju pasar global.
Appi mengapresiasi Bank Sulselbar yang mengambil peran sebagai mediator dalam mempertemukan pelaku usaha lokal dengan akses pembiayaan dan jaringan bisnis dari Tiongkok.
Menurutnya, Business Connection Indonesia-China 2026 harus menjadi momentum untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang konkret, bukan sekadar agenda seremonial.
“Acara Business Connection Indonesia-China 2026 ini tentu memberikan dampak besar di kota ini, kebanggaan kita, khususnya pada Kota Makassar, menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap pertemuan pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama dan transaksi bisnis.
Peluang pasar Tiongkok, kata Appi, dapat dimanfaatkan pelaku usaha Makassar dan Sulawesi Selatan untuk memperluas pasar produk mereka.
Namun, Munafri mengingatkan pengusaha lokal agar memahami karakteristik pasar Tiongkok sebelum melakukan ekspansi ekspor.

Pelaku usaha, kata Munafri, tidak cukup hanya memiliki produk berkualitas. Mereka juga perlu memahami kebutuhan konsumen, standar produk, kemasan hingga tampilan produk yang sesuai dengan negara tujuan.
“Salah satu yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Makassar adalah menyangkut informasi yang detail terhadap apa yang menjadi kebutuhan, apa yang menjadi keinginan dari saudara-saudara kita yang ada di Tiongkok,” jelasnya.
Menurut Appi, pemahaman terhadap kebutuhan pasar akan membantu pelaku usaha memastikan produk yang dikirim benar-benar sesuai dengan permintaan konsumen.
“Ini sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang akan kita kirim atau menambah pasar yang ada ini benar-benar sudah sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan daerah atau negara tujuan kita,” imbuhnya.
Di sisi lain, Appi menegaskan pertumbuhan investasi tidak boleh hanya memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu. Investasi harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dua indikator yang menjadi perhatian pemerintah adalah peningkatan penyerapan tenaga kerja dan naik kelasnya pelaku UMKM.
“Bagaimana serapan tenaga kerja bisa naik melalui investasi yang ada. Bagaimana UMKM kita bisa naik kelas dengan investasi yang ada,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkot Makassar berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman dan ramah bagi dunia usaha.
Pemerintah kota juga akan terus membuka ruang bagi investor serta memberikan berbagai kemudahan untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha.
“Kita menjaga bagaimana kota ini bisa menjadi kota yang kondusif, kota yang aman dan ramah untuk investasi,” ujar mantan CEO PSM tersebut.
Appi juga memaparkan konsep Makassar sebagai hub perdagangan dan ekspor bagi produk dari berbagai daerah di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, Makassar tidak hanya diarahkan menjadi pusat perdagangan produk yang dihasilkan di dalam kota, tetapi juga menjadi simpul distribusi produk dari daerah sekitar.
“Kota Makassar ini hanya akan menjadi hub dari seluruh produk-produk yang ada di surrounding Kota Makassar atau Sulawesi, dan semuanya akan masuk ke Kota Makassar sebagai pelabuhan ekspor-impor untuk menghubungkan produk-produk mereka,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, Makassar diharapkan mampu menjadi simpul yang menghubungkan produk-produk kawasan timur Indonesia dengan pasar internasional.
Posisi strategis Makassar juga diperkuat keberadaan sejumlah perwakilan negara sahabat, baik konsulat jenderal maupun konsul kehormatan.
“Keberadaan perwakilan negara asing di Makassar turut menunjukkan pentingnya posisi Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur,” tegas Appi.
Pemkot Makassar sebelumnya juga telah melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan potensi daerah ke pasar internasional.
Salah satunya melalui kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy yang menghadirkan 41 duta besar dari negara-negara sahabat ke Makassar.
Appi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan potensi Makassar sekaligus membuka peluang kerja sama internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membuka akses lebih luas bagi Makassar dalam memperkenalkan potensi ekonomi dan perdagangan kepada dunia internasional.
“Ini adalah hasil kerja sama kita dan kolaborasi kita dengan Kementerian Luar Negeri yang memberikan akses yang sangat baik, sehingga hadirlah para duta besar-duta besar ini untuk benar-benar bisa melihat apa yang menjadi potensi yang ada di Kota Makassar atau kawasan timur,” ungkapnya.
Appi berharap Business Connection Indonesia-China 2026 menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat konektivitas bisnis antara Makassar dan Tiongkok.
Pemkot Makassar, kata dia, akan terus mengedepankan kolaborasi dengan perbankan, pemerintah pusat, pelaku usaha dan mitra internasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kita mau segala sesuatu berdasarkan asas kolaborasi yang sangat kuat, menghadirkan seluruh stakeholder untuk bisa tumbuh bersama, jalan bersama, dan salah satunya hari ini kita jalan dengan sangat harmonis bersama Bank Sulselbar,” pungkas Munafri. (*)



