MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, memimpin kegiatan Jumat Bersih di kawasan Talasalapang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan tersebut.
Jumat Bersih diikuti jajaran TP PKK Kota Makassar, Dekranasda Kota Makassar, Bunda PAUD Kota Makassar, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar.
Aksi bersih-bersih juga melibatkan Camat Rappocini, Satgas Kecamatan Rappocini, serta seluruh lurah se-Kecamatan Rappocini. Mereka turun langsung membersihkan kawasan Talasalapang yang direncanakan menjadi salah satu lokasi TPS3R.
Melinda mengatakan, kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bertujuan membersihkan kawasan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
“Jumat Bersih bukan hanya soal membersihkan lingkungan hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan setiap hari. Apalagi di lokasi ini direncanakan TPS3R, sehingga tentu kita ingin bersama-sama menyiapkan lingkungan yang lebih tertata dan mendukung pengelolaan sampah yang baik,” ujar Melinda.
Menurut Melinda Aksa, pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga, dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Karena itu, keterlibatan TP PKK, Dekranasda, Bunda PAUD, dan DWP Kota Makassar dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, keterlibatan jajaran kewilayahan, mulai dari Camat Rappocini, Satgas Kecamatan hingga para lurah, menjadi bagian dari penguatan gerakan kebersihan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Melinda juga mendorong masyarakat agar tidak memandang sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah organik maupun anorganik dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai manfaat.
“Kalau kita ingin Makassar menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman, gerakannya harus dimulai dari kita semua. Mulai dari rumah, lingkungan sekitar, sampai tingkat kecamatan. Tidak perlu menunggu, kita bisa mulai dari hal sederhana seperti memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Ia berharap semangat Jumat Bersih di Talasalapang dapat berlanjut menjadi gerakan bersama di berbagai wilayah Kota Makassar.
Menurut Melinda, kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membersihkan kawasan, tetapi juga menyangkut perubahan kebiasaan dan tumbuhnya tanggung jawab bersama dalam mengelola sampah.
“Mariki’ rawat lingkungan ini bersama. Karena kota yang bersih tidak lahir dari satu orang, tetapi dari banyak orang yang mau bergerak dan peduli,” tutup Melinda. (*)



