Veda Ega Pratama Bangkit di Sesi Latihan Bebas Moto3 Jepang 2026

Pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, susah payah menembus 20 besar saat FP1 Moto3 Jepang 2026 yang diwarnai insiden crash hakim Danish. (Dok: HONDA.RACING)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan daya juang tinggi pada sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 Jepang 2026. Berlangsung di Sirkuit Motegi, Jumat (2/10/2026), Veda sempat mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan karakter sirkuit sebelum akhirnya mengamankan peringkat ke-16.

Berdasarkan laporan MSN yang bersumber dari jalannya sesi latihan, pembalap asal Gunungkidul tersebut sempat tertahan di posisi ke-21 pada 10 menit awal. Ia memerlukan waktu penyesuaian untuk memadukan kecepatan sepeda motor dengan kondisi lintasan Sirkuit Motegi.

Memasuki fase akhir sesi, Veda perlahan memperbaiki catatan waktunya. Setelah sempat tergeser oleh rekan setimnya, Zen Mitani, Veda mencatatkan waktu 1 menit 57,435 detik dan kemudian mempertajamnya pada percobaan terakhir menjadi 1 menit 56,743 detik.

Sesi latihan bebas pertama ini juga diwarnai insiden kecelakaan yang dialami pembalap Malaysia, Hakim Damish. Damish tergelincir di tikungan 18 saat sesi berjalan sekitar 20 menit dan tidak dapat melanjutkan latihan, sehingga posisinya terdorong ke belakang.

Sementara itu, posisi puncak catatan waktu FP1 Moto3 Jepang 2026 direbut oleh pembalap tuan rumah, Ryusei Yamanaka. Mengendarai motor KTM, Yamanaka membukukan waktu tercepat 1 menit 55,676 detik, menggeser David Munoz yang sebelumnya memimpin.

Persaingan ketat di kelas Moto3 juga melibatkan pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles. Quiles memanfaatkan putaran terakhir untuk mencatatkan waktu 1 menit 56,132 detik dan menempati posisi kelima.

Hasil ini memperbesar peluang Quiles untuk mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 di Sirkuit Motegi. Saat ini, Quiles memimpin klasemen dengan koleksi 306 poin, unggul 131 poin dari pesaing terdekatnya, David Almansa, dengan target menjaga selisih 150 poin hingga balapan usai.

Bagi pencinta balap motor di Indonesia, perjuangan Veda Ega Pratama di panggung dunia menjadi sorotan penting. Perkembangan performa Veda pada sesi latihan berikutnya tentu dinantikan untuk melihat potensi peningkatan posisi saat sesi kualifikasi dan balapan resmi mendatang. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan