Kebiasaan Pagi Hari yang Tanpa Disadari Bisa Merusak Arteri dan Jantung

7 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 1 Sering Diabaikan (Sumber: PROKALTENGCO)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Aktivitas yang dilakukan seseorang pada jam-jam pertama setelah bangun tidur memegang peranan krusial bagi kesehatan sistem kardiovaskular dalam jangka panjang.

Dokter spesialis kardiolog intervensi di Manipal Hospital, Dr Akash Motgi, mengungkapkan bahwa pagi hari merupakan fase fisiologis ketika tekanan darah mengalami kenaikan secara alami dan hormon stres berada di titik puncak.

Kondisi tersebut membuat sistem pembuluh darah menjadi jauh lebih sensitif terhadap berbagai paparan kebiasaan yang kurang sehat.

Menurutnya, arteri manusia sangat responsif terhadap fluktuasi tekanan darah, status hidrasi tubuh, hingga tingkat aktivitas metabolik sejak pagi hari.

Paparan kebiasaan buruk yang dilakukan secara berulang dalam rutinitas harian berisiko memicu kekakuan pada dinding arteri, penumpukan plak, hingga berujung pada penyakit kardiovaskular yang serius.

Tujuh Kebiasaan Pagi yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan medis tersebut, terdapat sejumlah rutinitas harian di pagi hari yang dinilai berpotensi merusak kesehatan pembuluh darah jika diabaikan:

  • Melewatkan sarapan: Kebiasaan ini dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara mendadak serta meningkatkan potensi kolesterol tinggi.

  • Mengonsumsi sarapan tinggi garam dan makanan olahan: Kandungan natrium berlebih memaksa tubuh menahan cairan lebih banyak, yang berdampak langsung pada kenaikan tekanan darah.

  • Minum kafein saat perut kosong: Asupan kopi atau teh dalam takaran berlebih tanpa makanan pendamping dapat memicu lonjakan detak jantung serta tekanan darah secara drastis.

  • Merokok setelah bangun tidur: Kandungan nikotin mempersempit ukuran pembuluh darah sekaligus mempercepat proses kerusakan pada dinding arteri.

  • Tidak bergerak sama sekali: Minimnya aktivitas fisik di pagi hari membuat sirkulasi aliran darah melambat dan mengurangi elastisitas alami arteri.

  • Kurang minum air putih: Kondisi dehidrasi menyebabkan volume darah menjadi lebih kental, sehingga membebani kinerja pembuluh darah.

  • Memulai hari dengan stres: Lonjakan hormon kortisol akibat stres di pagi hari memberikan efek negatif bagi kestabilan tekanan darah dan fungsi jantung.

Pencegahan dan Penanganan Medis

Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, Dr Akash menyarankan masyarakat agar melakukan perubahan gaya hidup sederhana, seperti membiasakan sarapan yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, membatasi asupan garam, serta tetap aktif bergerak di pagi hari.

Pengelolaan stres yang baik juga menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas sistem kardiovaskular.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita hipertensi, diabetes, maupun kolesterol tinggi.

Jika kondisi arteri terus memburuk akibat pengabaian jangka panjang, risiko terburuknya adalah keharusan menjalani tindakan medis lanjutan seperti pemasangan stent (ring jantung) hingga operasi bypass. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan