Apartemen Ikan Antar Sulsel Masuk Lima Besar SDGs Action Awards 2026, Hasil Tangkapan Nelayan Naik 60 Persen

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Inovasi Apartemen Ikan yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), berhasil mengantarkan daerah ini masuk lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026.

Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi dalam mengintegrasikan pemulihan ekosistem laut, peningkatan produktivitas perikanan, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Pemprov Sulsel mengikuti wawancara final lima besar ajang tersebut pada Jumat (23/10/2026) di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, Jakarta Pusat. Wawancara ini merupakan bagian dari tahapan penilaian akhir yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Dewan Juri.

Delegasi Sulsel terdiri atas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappelitbangda Sulsel Irawan Dermayasamin Ibrahim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel M. Ilyas, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Erlan Triska, serta Ardiansyah Aridan dari Tim Kerja SDGs Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparan di hadapan dewan juri, Apartemen Ikan diperkenalkan sebagai inovasi pengelolaan sumber daya kelautan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan struktur atau modul buatan di perairan, tetapi juga mendukung rehabilitasi habitat laut dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Program ini dirancang untuk menyediakan habitat bagi ikan, termasuk area pemijahan dan pembesaran, sekaligus mendukung pengelolaan lokasi penangkapan ikan yang lebih terarah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling mendukung antara kelestarian ekosistem laut dan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Salah satu capaian yang dipaparkan dalam materi praktik baik Apartemen Ikan adalah peningkatan hasil tangkapan nelayan berdasarkan data survei yang disampaikan dalam penilaian.

Hasil tangkapan tercatat meningkat dari 13.905 kilogram per hari menjadi 22.248 kilogram per hari. Artinya, terdapat kenaikan sebanyak 8.343 kilogram atau sekitar 60 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Peningkatan tersebut turut berdampak pada estimasi nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Dengan asumsi harga ikan Rp25.000 per kilogram, nilai hasil tangkapan diperkirakan naik dari Rp347.625.000 menjadi Rp556.200.000 per hari.

Angka tersebut menunjukkan potensi nilai ekonomi tambahan sebesar Rp208.575.000 per hari berdasarkan asumsi harga yang digunakan dalam perhitungan.

Meski demikian, nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan volume hasil tangkapan dan asumsi harga ikan, bukan angka pendapatan bersih yang diterima nelayan.

Pendapatan aktual tetap dipengaruhi biaya operasional, jenis ikan, serta harga jual di tingkat nelayan.

Capaian ini memperlihatkan potensi Apartemen Ikan sebagai pendekatan pembangunan kelautan yang menghubungkan upaya pemulihan habitat dengan peningkatan produktivitas perikanan dan nilai ekonomi hasil tangkapan.

Inovasi Apartemen Ikan merupakan salah satu program Pemprov Sulsel yang dikembangkan pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Selain menitikberatkan pada peningkatan hasil tangkapan, program ini mengedepankan keberlanjutan pengelolaan sumber daya laut melalui partisipasi masyarakat pesisir, pemeliharaan habitat, pembiayaan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Pelibatan masyarakat pesisir juga diperlukan agar pengelolaan kawasan Apartemen Ikan berjalan selaras dengan kebutuhan nelayan dan prinsip pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi ini berpotensi menjadi salah satu model pengembangan ekonomi biru yang mengutamakan keseimbangan antara perlindungan lingkungan, produktivitas perikanan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan Sulsel menembus lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan praktik baik pengelolaan kelautan daerah di tingkat nasional.

Pencapaian ini sekaligus menempatkan Apartemen Ikan sebagai salah satu inovasi daerah yang mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan melalui keterpaduan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Ke depan, keberlanjutan program serta peluang penerapannya di wilayah pesisir lain menjadi aspek penting agar manfaat inovasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui Apartemen Ikan, Pemprov Sulsel mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kelestarian ekosistem laut sebagai fondasi keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang ekosistem laut, tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-1 tentang pengentasan kemiskinan.

Dengan menggabungkan pemulihan ekosistem, peningkatan produktivitas, dan pemberdayaan masyarakat pesisir, Apartemen Ikan menjadi salah satu upaya Sulsel dalam memperkuat pembangunan kelautan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan