MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti krusialnya sinergi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak.
Hal tersebut diungkapkan dalam kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat, and Tenggara (Sulselbartra) di Gedung Keuangan Negara II, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Menurut Munafri, optimalisasi penerimaan pajak tidak sekadar mengejar target pendapatan semata.
Penerimaan tersebut harus mampu bermuara pada stimulasi pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat.
Sebagai wilayah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa tanpa sokongan sumber daya alam, Makassar mengoptimalkan aktivitas usaha sebagai sumber utama pendapatan daerah.
Pemerintah Kota Makassar mencatat realisasi pendapatan tahun ini mampu menyentuh angka 97 persen dari target yang ditetapkan.
Dalam pemaparan indikator makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Makassar tercatat berada di level 7,04 persen.
Meski demikian, pemerintah setempat menekankan bahwa angka statistik tersebut harus berdampak langsung pada penurunan tingkat pengangguran terbuka yang ditargetkan berada di bawah lima persen pada 2029.
Sementara itu, angka kemiskinan di wilayah ini dilaporkan mengalami penurunan dari 4,36 persen pada periode sebelumnya menjadi 4,22 persen pada tahun ini.
Pemerintah kota menilai penurunan ini ditopang oleh keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Penguatan Perlindungan Sosial dan Vokasi

Di sektor perlindungan sosial, Pemkot Makassar mengalokasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 81.000 pekerja rentan melalui skema jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Program bertajuk Makassar Berjasa Berbagi Jaminan Sosial ini direncanakan mendapat tambahan cakupan jaminan hari tua pada 2027 mendatang.
Langkah ini dirancang untuk mencegah keluarga pekerja berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ketika pencari nafkah mengalami risiko kerja.
Selain perlindungan sosial, pemerintah daerah juga memperluas akses peningkatan kompetensi melalui fasilitas Makassar Creative Hub.
Fasilitas pelatihan keterampilan gratis yang mencakup bidang kewirausahaan hingga keahlian tata rias dan kuliner ini telah beroperasi di dua titik, yakni kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara.
Pemerintah menargetkan penambahan dua lokasi baru tahun ini, dengan rencana pengembangan ke seluruh 15 kecamatan di Makassar guna meningkatkan daya saing tenaga kerja muda. (*)



