Munafri Arifuddin: Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Lolos SPMB Negeri di 67 Sekolah Swasta Gratis

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Wali Kota, Munafri Arifuddin, memastikan seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang tidak lolos seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Negeri, akan ditanggung melalui program sekolah swasta gratis yang melibatkan 67 sekolah swasta pada Tahun Ajaran 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Resepsi Milad ke-109 Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Makassar di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (27/6/2026).

Munafri mengatakan, program tersebut menjadi solusi bagi siswa yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam memperkuat peran sekolah swasta sebagai mitra strategis pembangunan pendidikan di Kota Makassar.

“Seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang dialihkan ke sekolah swasta akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar melalui program sekolah swasta gratis yang telah kami siapkan,” ujar Munafri yang akrab disapa Appi.

Ia menjelaskan, kebijakan itu sejalan dengan tahapan pelaksanaan SPMB 2026.

Setelah pendaftaran jalur domisili berlangsung pada 22–26 Juni 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada 27 Juni, siswa yang belum tertampung akan diarahkan ke sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari 25 cabang Aisyiyah se-Kota Makassar, Munafri mengajak seluruh sekolah swasta, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah, untuk berkolaborasi menyukseskan program tersebut.

Menurutnya, distribusi peserta didik ke sekolah swasta tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan kepada seluruh anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan kualitas lembaga pendidikan swasta.

“Kami ingin sekolah-sekolah swasta juga bertumbuh. Karena itu anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan kami distribusikan ke sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah,” katanya.

Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar ingin menghadirkan sistem pendidikan yang setara tanpa membedakan kualitas layanan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

“Kita ingin di Kota Makassar tidak ada lagi perbedaan kualitas pendidikan. Semua anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama, di mana pun mereka bersekolah,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh sekolah swasta menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk tenaga pendidik, agar mampu menerima tambahan peserta didik melalui program sekolah swasta gratis tersebut.

Selain menyoroti pemerataan akses pendidikan, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya pembangunan karakter dan akhlak generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurut Munafri Arifuddin, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter peserta didik.

“Percuma kita memiliki anak-anak yang cerdas kalau tidak memiliki akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat di sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengaku prihatin terhadap tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang dinilai mengurangi interaksi sosial dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah agar siswa lebih banyak berinteraksi langsung dengan guru dan teman sebaya.

“Kita ingin anak-anak kembali berbicara dengan baik. Gadget memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah akhlak,” ucapnya.

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, Munafri mengungkapkan bahwa mulai tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan menambah porsi pelajaran agama dan pendidikan akhlak pada jenjang pendidikan dasar.

Menurutnya, alokasi dua jam pelajaran agama dalam sepekan belum cukup untuk membentuk karakter peserta didik sehingga diperlukan penguatan pendidikan moral sejak dini.

Selain itu, Pemkot Makassar juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk memberikan insentif yang lebih besar bagi guru yang bertugas di wilayah kepulauan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut mengajak Aisyiyah untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Makassar, mulai dari sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi hingga pembinaan karakter generasi muda.

Ia menilai Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang kuat dan telah lama berkontribusi dalam mendampingi masyarakat sehingga sinergi dengan pemerintah perlu terus diperkuat.

“Aisyiyah memiliki jaringan organisasi yang sangat besar. Karena itu saya berharap kolaborasi ini jangan pernah berhenti,” katanya.

Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Aisyiyah dalam berbagai sektor demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Mari kita terus berdiskusi mengenai program apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” tutupnya. (*)

Banner Sponsor

Silahkan Klik