DP2 Makassar Dorong Integrasi Urban Farming di Panambungan Mariso

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, tengah membidik potensi besar pengembangan pertanian perkotaan berbasis lingkungan.

Langkah ini ditegaskan saat jajaran DP2 Makassar melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi ketahanan pangan di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, pada Jumat (3/7/2026).

​Kunjungan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Camat Mariso, Sekretaris Camat Mariso, Lurah Panambungan, serta jajaran Ketua RT dan RW setempat guna melihat dari dekat perkembangan aktivitas pertanian yang selama ini dikelola secara mandiri oleh warga setempat.

​Dalam peninjauannya, selain menyisir area tanam perkotaan, rombongan juga memantau langsung infrastruktur pendukung yang ada, mulai dari area pemeliharaan dan pengolahan limbah organik hingga ruang budidaya maggot.

​Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad mengungkapkan bahwa wilayah Kelurahan Panambungan memiliki modal ruang dan antusiasme warga yang mumpuni untuk didorong ke skala yang lebih luas dan efisien.

​”Lokasi urban farming di Kelurahan Panambungan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk kita kembangkan ke arah konsep Urban Farming Terintegrasi. Kita ingin menghubungkan berbagai sektor esensial dalam satu ekosistem,” ujar Kepala DP2 Makassar, Aulia Arsyad, saat memberikan arahan di lokasi, Jumat (3/7/2026).

​Lebih lanjut, Aulia menjelaskan bahwa konsep terintegrasi tersebut nantinya akan menyatukan sektor pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan darat, budidaya maggot, hingga sistem pengolahan sampah organik warga. Pola ini akan membentuk siklus mandiri yang saling mendukung satu sama lain secara berkelanjutan (sustainable cyclical system).

​Pemerintah Kota Makassar berharap lewat skema integrasi ini, wilayah Panambungan tidak hanya sekadar hijau secara visual, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi dan pangan.

​”Kami berharap pengembangan konsep ini dapat berjalan lancar secara bertahap. Kuncinya ada pada kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Jika ini berjalan konsisten, kita tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang jauh lebih bersih, hijau, sekaligus memberi nilai ekonomi atau income tambahan yang riil bagi warga Mariso,” pungkus Aulia.

​Kunjungan ini diakhiri dengan sesi dialog bersama warga dan pihak DP2 Makassar dan foto bersama seluruh elemen Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan perwakilan warga, sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Kota Makassar yang jauh lebih hijau, mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Banner Sponsor

Iklan