MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Irwan Hasan, menegaskan pentingnya penguatan pengawasan terhadap program-program lingkungan hidup sebagai upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Makassar.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah yang dinilai masih memerlukan penanganan secara menyeluruh.
Penegasan tersebut disampaikan Irwan Hasan saat menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Hotel Almadera, Jalan Somba Opu, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan itu mengangkat tema penguatan pengawasan terhadap program lingkungan hidup Pemerintah Kota Makassar. Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Makassar, Suwandi, serta akademisi Mahyudin yang memberikan pandangan mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Irwan Hasan menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan merupakan bagian dari fungsi konstitusional DPRD untuk memastikan setiap program pemerintah daerah berjalan efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan lingkungan menjadi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di Kota Makassar.
“Pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. DPRD memiliki fungsi pengawasan agar program yang dijalankan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan menjawab persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujar Irwan.
Sekretaris DPC PPP Kota Makassar tersebut menekankan bahwa, sistem pengelolaan sampah harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia menilai penanganan sampah tidak cukup hanya berfokus pada proses akhir, tetapi harus dimulai sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir. Jangan sampai persoalan sampah hanya diselesaikan di hilir, sementara di hulunya tidak dibenahi,” tegas Anggota DPRD Makassar tersebut.
Selain persoalan sampah, Irwan Hasan juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Menurutnya, limbah B3 memerlukan penanganan khusus karena memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.
Ia meminta pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup terus meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha maupun fasilitas pelayanan yang berpotensi menghasilkan limbah berbahaya.
“Limbah B3 membutuhkan penanganan khusus karena memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Karena itu, pengawasan dan edukasi kepada pelaku usaha harus terus dilakukan,” katanya.
Irwan juga mengingatkan pentingnya penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam setiap pembangunan maupun kegiatan usaha yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan.
Menurutnya, Amdal bukan sekadar persyaratan administrasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin pembangunan di Kota Makassar tetap berjalan, tetapi harus sejalan dengan perlindungan lingkungan. Amdal menjadi salah satu upaya agar setiap kegiatan memiliki perencanaan pengelolaan dampak lingkungan yang jelas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, DPRD Kota Makassar berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Makassar. (*)

