Perkuat Ekosistem Perangkat Lunak AI, Qualcomm Resmi Akuisisi Modular Inc.

Ilustrasi Teknologi AI di Mobil (Foto: Pinterest)

MENITNEWS.CO.ID, SAN DIEGO — Perusahaan raksasa penyedia teknologi semikonduktor, Qualcomm Incorporated (NASDAQ: QCOM), mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi terhadap perusahaan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), Modular Inc. Langkah strategis ini diambil untuk memperkokoh kapabilitas perangkat lunak AI perusahaan seiring dengan perluasan ekspansi platform AI Qualcomm di seluruh perangkat edge, pusat data, hingga infrastruktur kelas korporasi.

Melalui akuisisi tersebut, seluruh platform perangkat lunak berbasis AI serta jajaran tim teknik dari Modular resmi diintegrasikan ke dalam Qualcomm Technologies. Penggabungan ini mempertemukan teknologi perangkat lunak pengoptimalan beban kerja AI generatif dan agenik milik Modular dengan portofolio platform komputasi hemat energi berkinerja tinggi besutan Qualcomm. Kendati demikian, pihak perusahaan memilih untuk tidak mempublikasikan rincian nilai finansial dari transaksi tersebut.

Seiring tuntasnya akuisisi, Co-founder sekaligus CEO Modular, Chris Lattner, menduduki jabatan baru sebagai Wakil Presiden Eksekutif Perangkat Lunak dan Platform AI Tingkat Lanjut di Qualcomm Technologies. Lattner mengemban tugas untuk memimpin arah strategi perangkat lunak AI perusahaan, di tengah transformasi Qualcomm yang kini melebarkan sayapnya dari pasar prosesor seluler menuju penyedia infrastruktur AI lintas perangkat pribadi, aplikasi industri, komputasi edge, hingga ekosistem cloud.

Aksi korporasi ini menegaskan ambisi Qualcomm untuk bertransformasi menjadi penyedia platform AI yang lebih menyeluruh. Langkah penggabungan silikon dan perangkat lunak ini dirancang agar para pengembang dapat menerapkan aplikasi AI pada berbagai lingkungan komputasi heterogen secara fleksibel. Platform Modular sendiri memiliki keunggulan dalam mengoptimalkan beban kerja di CPU, GPU, NPU, hingga silikon khusus, sekaligus menjawab kebutuhan industri akan perangkat lunak yang sanggup berjalan di lintas arsitektur tanpa terikat pada satu ekosistem tunggal.

Manajemen Qualcomm menyatakan bahwa integrasi ini bakal mempercepat tingkat adopsi platform AI milik perusahaan. Di sisi lain, Modular mendapatkan skala jangkauan yang jauh lebih luas untuk mengekspansi teknologinya ke pelanggan korporasi, pengembang, serta mitra perangkat keras baru. Dukungan penuh terhadap ekosistem komputasi heterogen yang terbuka juga dipastikan tetap berlanjut pasca-akuisisi.

Rangkaian produk utama ciptaan Modular, seperti Mojo, MAX, serta Modular Cloud, dipastikan tetap beroperasi di bawah merek yang sudah ada. Meski demikian, lini produk tersebut kini mengantongi dukungan investasi serta bantuan teknis yang lebih besar dari Qualcomm Technologies.

Presiden dan CEO Qualcomm Incorporated, Cristiano Amon, menyambut positif bergabungnya tim Modular. Ia menilai kolaborasi ini sebagai solusi atas tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini.

“Dengan menggabungkan platform perangkat lunak AI-native Modular dengan solusi terkemuka Qualcomm Technologies, skala industri, dan kemitraan ekosistem, kami dapat mempercepat kemampuan kami untuk menghadirkan solusi AI berkinerja tinggi dan hemat energi dari edge hingga cloud,” ujar Cristiano Amon.

Amon menambahkan, kedatangan tim teknik Modular memungkinkan hadirnya pendekatan baru yang terbuka dalam pengembangan perangkat lunak. Hal ini membuat aplikasi AI dapat berjalan efisien pada perangkat keras mana pun dengan kinerja maksimal, sekaligus memberikan pilihan nyata bagi pengembang serta mendorong kompetisi yang sehat di industri.

Kesepakatan bisnis ini mencerminkan pergeseran tren di industri AI global, di mana para produsen semikonduktor makin gencar mengalokasikan investasi pada pengembangan platform perangkat lunak pendamping silikon. Langkah ini krusial untuk menyediakan lingkungan pengembangan yang terintegrasi, mengingat portabilitas perangkat lunak serta efisiensi optimasi perangkat keras kini menjadi kunci keunggulan kompetitif di tengah maraknya penerapan AI generatif dan agenik pada infrastruktur campuran.

Dalam kesempatan terpisah, Chris Lattner mengungkapkan optimisme serupa terkait prospek penggabungan dua kekuatan ini.

“Bergabung dengan Qualcomm memberi kami skala untuk menghadirkan inovasi perangkat lunak Modular ke portofolio platform AI dan komputasi yang lebih luas. Bersama-sama, kami dapat membantu pengembang menerapkan AI secara lebih efisien di berbagai arsitektur perangkat keras sambil meningkatkan produktivitas, kinerja, dan portabilitas,” tutur Lattner.

Langkah akuisisi Modular kian mempertegas peta jalan Qualcomm yang kini konsisten mengekspansi lini bisnisnya di luar segmen smartphone. Berbekal keahlian di bidang komputasi berdaya rendah, Qualcomm terus memperluas jangkauan ke sistem otomotif, PC, aplikasi industri, hingga infrastruktur edge dan pusat data.

Qualcomm Incorporated sendiri berpusat di San Diego dan berfokus pada pengembangan teknologi komputasi, konektivitas, serta kecerdasan buatan untuk pasar konsumen maupun korporasi. Melalui anak perusahaannya, Qualcomm Technologies, perusahaan terus merancang platform semikonduktor serta perangkat lunak pendukung. Kehadiran Modular di dalam struktur perusahaan diharapkan mampu menyederhanakan proses pembangunan dan penerapan aplikasi AI secara jauh lebih efisien di pelbagai arsitektur perangkat keras. (*)

Banner Sponsor

Iklan