Pemkot Makassar Edukasi Literasi Digital dan Keamanan Siber Pelajar di Kepulauan Sangkarrang

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperluas jangkauan transformasi digital hingga ke wilayah pesisir dan terluar.

Melalui program Diskominfo Goes to School, Pemkot Makassar menyambangi pelajar SD dan SMP di Pulau Bonetambung, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, guna memberikan edukasi literasi digital serta keamanan informasi.

​Langkah ini juga menjadi momentum sosialisasi kebijakan nasional Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang lebih dikenal sebagai PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).

​Program ini diselenggarakan untuk memastikan anak-anak di wilayah kepulauan tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, sekaligus memiliki ketahanan diri dari berbagai potensi ancaman siber.

Seperti kebocoran data pribadi, perundungan siber (cyberbullying), hingga paparan konten negatif.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya bahwa pemerataan akses teknologi dan edukasi digital harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan wilayah daratan maupun kepulauan, khususnya Kepulauan Sangkarrang.

​”Anak-anak di pulau memiliki hak dan masa depan yang sama untuk tumbuh cerdas di era digital. Tugas kita adalah memastikan mereka tidak hanya terkoneksi dengan internet, tetapi juga terproteksi dari bahaya dunia maya. Kita ingin anak pulau siap hari ini, dan aman di masa depan,” tegas Munafri Arifuddin, Jumat (31/7/2026).

​Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjelaskan bahwa kehadiran program ini ditujukan untuk membangun kesiapan anak dan orang tua dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.

​”Melalui program Diskominfo Goes to School di Pulau Bonetambung, kami memberikan bekal bagi para siswa SD dan SMP agar mampu menyaring informasi, melindungi data pribadi, serta menggunakan ruang digital untuk belajar dan berkarya. Lewat sosialisasi PP TUNAS ini, kami ingin menekankan bahwa kebijakan ini bukan melarang anak mengenal teknologi, melainkan memastikan mereka memiliki kesiapan mental dan pendampingan yang tepat sebelum berselancar lebih jauh di internet,” ujar Muh. Roem.

​Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan peran aktif orang tua, edukasi literasi digital ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan internet yang ramah, aman, dan produktif bagi seluruh anak-anak di kawasan Kepulauan Sangkarrang. (*)

Banner Sponsor

Iklan