Bupati Takalar Hadiri Seminar KDMP di Makassar, Tekankan Penguatan Ekonomi Desa dan Swasembada Pangan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri Seminar Desa/Kelurahan Merah Putih atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 269, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (4/8/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi para kepala daerah kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan untuk menyelaraskan pemahaman terkait kebijakan penguatan ekonomi berbasis perdesaan serta pencapaian target swasembada pangan.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Kehadiran jajaran pimpinan kementerian dan pemerintah daerah ini bertujuan menyosialisasikan secara terpadu arah kebijakan nasional dalam memberdayakan masyarakat desa melalui kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga: Hari Ini Pemkab Takalar Gelar Takalar Award 2026, Apresiasi Inovasi OPD Hingga Desa

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mencermati esensi program ini secara komprehensif. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari kendala teknis saat implementasi di lapangan akibat potensi kekeliruan persepsi.

“Yang penting masyarakat dan pemerintah daerah memahami dulu kebijakan pemerintah dengan utuh. Kalau belum paham lalu muncul salah paham, itu justru menyulitkan pelaksanaan program,” kata Zulkifli Hasan di hadapan para kepala daerah.

Seluruh jajaran program yang dirancang pemerintah pusat difokuskan untuk mendorong roda perekonomian perdesaan sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Melalui skema ini, warga desa diharapkan dapat bertumbuh dan beraktivitas ekonomi secara mandiri tanpa harus meninggalkan wilayah asal mereka.

Baca juga: Bupati Takalar Naikkan Honor Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan Menjadi Rp600 Ribu Per Bulan

Dalam kesempatan tersebut, kedaulatan pangan ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Ketergantungan terhadap komoditas impor yang telah berlangsung lama mendasari komitmen pemerintah untuk memperkuat keberpihakan kepada sektor pertanian domestik.

“Kita harus swasembada pangan. Itu prinsip yang tidak boleh ditawar karena menyangkut kehormatan dan kedaulatan bangsa serta masa depan petani Indonesia,” tegas Zulkifli Hasan.

Perhatian pemerintah tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga menyasar pemberdayaan masyarakat pesisir. Nelayan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang memadai agar memiliki daya saing yang memadai di pasar nasional.

Pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut lewat program Kampung Nelayan Merah Putih. Berbagai infrastruktur pendukung seperti cold storage, pabrik es, balai lelang, tempat tambatan perahu, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) bakal disiapkan guna menaikkan Nilai Tukar Nelayan (NTN).

Dari sisi kelembagaan, Koperasi Desa Merah Putih diposisikan sebagai infrastruktur vital penyaluran program-program strategis pemerintah. Penyaluran bantuan sosial, alokasi pupuk bersubsidi, hingga distribusi LPG tiga kilogram nantinya akan terintegrasi melalui wadah koperasi ini.

Baca juga: Pemkab Takalar Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo-SP Latih ASN Manfaatkan AI Tingkatkan Layanan Publik

Di samping itu, KDMP bertindak sebagai offtaker atau penjamin penyerapan hasil produksi masyarakat perdesaan. Ketika harga gabah melorot di bawah harga standar pembelian pemerintah, koperasi bertugas membeli hasil panen tersebut guna melindungi tingkat pendapatan warga.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye yang mengikuti jalannya seminar hingga usai menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung penuh kebijakan pusat tersebut. Paparan materi dari pimpinan kementerian memberikan panduan konkret bagi daerah untuk memetakan arah pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami ingin seluruh desa dan kelurahan di Takalar mampu memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal, sehingga hasil pertanian, perikanan, dan usaha masyarakat memiliki akses pasar yang lebih kuat,” kata Daeng Manye.

Kabupaten Takalar menyimpan potensi besar pada sektor pertanian, kelautan, dan perikanan yang memerlukan sokongan sistem kelembagaan ekonomi yang kukuh. Kehadiran koperasi desa diharapkan sanggup memotong panjangnya rantai distribusi komoditas sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga perdesaan secara berkelanjutan.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antar-kepala daerah mengenai formulasi dan strategi eksekusi Koperasi Desa Merah Putih di wilayah masing-masing. Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen menjaga konsistensi sinergi lintas sektor guna menyukseskan program penguatan ekonomi desa serta perwujudan swasembada pangan nasional. (*)

Banner Sponsor

Iklan