Unhas Raih Pendanaan Hilirisasi Riset Rp31,3 Miliar, Siapkan 67 Inovasi Masuk ke Dunia Industri

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas), kembali mencatatkan capaian membanggakan di bidang riset dan inovasi. Pada Batch I Program Hilirisasi Riset Tahun 2026, Unhas berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp31,3 miliar untuk mendukung 67 proposal inovasi yang dikembangkan para inventor dari 12 fakultas.

Pendanaan tersebut menjadi modal strategis bagi Unhas dalam mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian agar berkembang menjadi produk, teknologi, maupun model inovasi yang memiliki nilai tambah ekonomi serta siap dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Dana tersebut berasal dari dua skema dalam Program Diktisaintek Berdampak. Sebanyak 52 proposal Hilirisasi Riset Prioritas memperoleh dukungan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dengan nilai Rp15,3 miliar.

Sementara itu, 15 proposal Hilirisasi Riset Strategis yang bersifat multiyears mendapatkan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, dengan pencairan tahun pertama sebesar Rp15,8 miliar.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya ekosistem riset dan inovasi di lingkungan Unhas. Menurutnya, transformasi riset di kampus kini tidak lagi berorientasi pada publikasi semata, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan nyata melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.

“Target utama kita adalah memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada laporan atau prototipe di dalam kampus. Melalui dukungan LPDP dan BOPTN ini, kita mendorong agar inovasi dari Unhas dapat diproduksi secara luas, dimanfaatkan oleh industri, serta memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP Kementerian Keuangan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Unhas dalam pelaksanaan Program Hilirisasi Riset Tahun 2026.

Selain itu, Prof. Jamaluddin mengapresiasi seluruh inventor Unhas yang berhasil menghasilkan 67 proposal pendanaan.

“Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan. Kami berharap para inventor terus berinovasi, memperluas kolaborasi dengan mitra industri, serta memastikan setiap karya mampu memberikan dampak bagi kemajuan bangsa dan dunia,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga perlindungan kekayaan intelektual serta tata kelola kemitraan yang kuat.

“Tugas kita sekarang bukan hanya meneliti, tetapi juga memastikan seluruh produk inovasi terlindungi melalui hak cipta maupun paten. Kami mengawal setiap perjanjian kerja sama agar memiliki dasar hukum yang kuat sehingga memberikan kepastian bagi inventor maupun mitra industri,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., mengatakan pihaknya akan terus mendampingi para inventor mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual hingga proses komersialisasi hasil riset.

“Kami ingin memastikan setiap inovasi memiliki peluang berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Perlindungan kekayaan intelektual menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan dunia industri dalam mengadopsi dan memproduksi hasil riset secara lebih luas,” ujarnya.

Berdasarkan distribusi pendanaan tahap pertama, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan menjadi penerima hibah terbesar dengan 16 proposal senilai Rp9,66 miliar.

Disusul Fakultas Pertanian sebanyak 12 proposal senilai Rp7,68 miliar, Fakultas Peternakan 10 proposal senilai Rp3,83 miliar, serta Fakultas Teknik 10 proposal dengan total Rp3,57 miliar.

Selanjutnya, Fakultas Teknologi Pertanian memperoleh 5 proposal senilai Rp2,08 miliar, Fakultas MIPA 5 proposal senilai Rp1,06 miliar, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 3 proposal senilai Rp848 juta, Fakultas Kehutanan 2 proposal senilai Rp1,34 miliar, Fakultas Kesehatan Masyarakat 1 proposal senilai Rp373 juta, Fakultas Kedokteran Gigi 1 proposal senilai Rp340 juta, Fakultas Kedokteran 1 proposal senilai Rp320 juta, dan Fakultas Farmasi 1 proposal senilai Rp125 juta.

Secara skema, 67 proposal tersebut terdiri atas 30 proposal Ajakan Industri, 21 proposal Sinergi (Inovasi Sosial), 13 proposal Dorongan Teknologi, dan 3 proposal Pengujian Produk.

Berbagai riset yang didanai mencakup sektor strategis, mulai dari teknologi pakan dan benih budidaya laut, pembibitan ternak lokal, inovasi pupuk organik cair, pengembangan pangan sehat berbasis sumber daya lokal, hingga model inovasi sosial untuk pemberdayaan nelayan dan masyarakat desa.

Keberagaman tema tersebut menunjukkan komitmen Unhas dalam mendorong hilirisasi riset yang tidak hanya meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di bidang pangan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program Hilirisasi Riset 2026 Unhas ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan inovasi, kemitraan, dan komersialisasi hasil riset. (*)

Banner Sponsor

Iklan