Masmindo Dwi Area Gelar Simulasi Dapur Umum, Perkuat Kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana di Luwu

MENITNEWS.CO.ID, LUWU – Kesiapsiagaan masyarakat dalam merespons kondisi darurat pascabencana terus ditingkatkan di kawasan perdesaan. Langkah konkret ditunjukkan PT Masmindo Dwi Area (MDA) yang kembali memperkuat Program Jaga Keselamatan Desa melalui pengembangan kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Fokus pelatihan kali ini diarahkan pada tata kelola dapur umum yang menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan pangan saat tanggap darurat.

Inisiatif tersebut dijalankan bekerja sama dengan Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Program kolaboratif ini turut melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Palang Merah Indonesia (PMI), Pusat Penelitian Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Emergency Response Team (ERT) MDA, serta warga setempat guna memastikan koordinasi bencana di tingkat desa berjalan padu.

Para peserta tidak sekadar menerima materi teori, melainkan terjun langsung dalam skenario simulasi penanganan darurat. Rangkaian latihan mencakup pembagian porsi kerja, pemetaan personel, manajemen stok bahan makanan, proses memasak, hingga teknis penyaluran santapan bagi warga terdampar. Praktik lapangan ini dirancang agar alur kerja saat Krisis dapat berlangsung sistematis.

Pentingnya aspek pemenuhan pangan darurat ini digarisbawahi oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Drs. Rusdin, M.Si. Ia menyampaikan bahwa indikator ketangguhan sebuah wilayah tidak sebatas kemampuan warganya dalam menyelamatkan diri saat bencana melanda.

“Ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat menyelamatkan diri dari ancaman bencana, tetapi juga dari kemampuannya memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar setelah bencana terjadi. Dapur umum adalah salah mepertunjukan nyata dari kesadaran sosial tersebut ketika keselamatan tidak lagi dimaknai sebagai keselamatan diri sendiri, tetapi sebagai tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup bersama,” tutur Rusdin.

Rusdin menambahkan bahwa pelibatan lintas sektor—mulai dari pemerintah, warga local, organisasi kemanusiaan, hingga pelaku industri—Sangat krusial untuk memantapkan alur koordinasi seawal mungkin. Pemahaman peran sejak dini dinilai mampu meminimalkan kebingungan saat situasi darurat benar-benar terjadi.

Baca juga: Perkuat Pengamanan Humanis, Masmindo Dwi Area Gandeng FH Unanda Bekali Sekuriti Pemahaman HAM

Pandangan senada disampaikan Ketua PUSPENA UNCP, Dr. Ichwan Muis. Menurutnya, pemahaman teknis kebencanaan harus diimbangi dengan kejelian warga dalam memetakan potensi risiko, menggalang solidaritas internal, serta mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada di sekitarnya.

“Desa Tangguh Bencana dibentuk untuk mengenali risiko, mengorganisasikan masyarakat, dan menciptakan kesadaran sosial untuk menjaga keselamatan desa,” jelas Ichwan.

Dari sudut pandang pengembang program, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa edukasi dan pembentukan respons mandiri warga merupakan pilar utama dari Program Jaga Keselamatan Desa. Kesiapsiagaan sejati membutuhkan pengalaman praktik yang melatih warga untuk bahu-membahu dalam krisis.

“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Melalui latihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memahami perannya, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja bersama, mengelola sumber daya yang tersedia, dan merespons situasi secara lebih terorganisir. Inilah yang ingin terus kami kuatkan melalui Jaga Keselamatan Desa,” kata Mustafa.

Pelatihan pengelolaan dapur umum di Rante Balla ini melengkapi serangkaian agenda penguatan DESTANA yang digagas MDA bersama PUSPENA dan para pemangku kepentingan. Lewat pembekalan berkelanjutan ini, kapasitas serta kemandirian masyarakat Latimojong diharapkan kian terpatri dan siap diandalkan sewaktu-waktu. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan