Mengulik Latar Belakang Keluarga Dilraba Dilmurat, Sang Ayah Ternyata Musisi Senior Penerima Penghargaan Negara

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Nama Dilraba Dilmurat sudah sangat familier bagi para penikmat drama Mandarin. Aktris, model, sekaligus penyanyi papan atas Tiongkok ini tidak hanya dikenal lewat kemampuan aktingnya yang memikat, tetapi juga visual mempesona yang kerap memikat perhatian publik.

Di balik kesuksesan kariernya di industri hiburan Tiongkok, perempuan kelahiran Ürümqi, Xinjiang, pada 3 Juni 1992 ini memiliki latar belakang keluarga yang terikat kuat dengan dunia seni. Tumbuh sebagai keturunan etnis Uyghur—salah satu kelompok minoritas di Tiongkok—bakat seni Dilraba rupanya mengalir erat dari sang ayah.

Baca juga: Momen Haru Pernikahan Gisela Cindy di Kanada, Janji Suci dan Pesan Sayang untuk Gracia Indri

Sebagai anak tunggal, Dilraba membesarkan hubungan yang sangat dekat dan penuh kasih dengan kedua orang tuanya. Sejak dini, pihak keluarga konsisten memberikan dorongan penuh terhadap minat dan bakatnya. Saat usianya baru menginjak sembilan tahun, sang ayah mendaftarkannya ke Xinjiang Art Middle School. Di sekolah tersebut, Dilraba menimba ilmu dan mendalami seni tari selama kurang lebih enam tahun sebelum akhirnya melangkah ke dunia akting profesional.

Meski tergolong jarang mengumbar kehidupan pribadinya ke publik, identitas sang ayah tetap menarik perhatian luas. Ayah Dilraba bernama Dilmurat Abaidullah—atau yang juga dikenal dengan nama Dilimulati Aibaidula atau Dilmurat Abdullah. Sosoknya bukan orang baru di panggung hiburan Tiongkok, melainkan seorang penyanyi solo sekaligus aktor senior. Dalam perjalanan kariernya, Dilmurat Abaidullah pernah tergabung sebagai bagian dari Xinjiang Song and Dance Troupe, sebuah kelompok seni pertunjukan ternama yang berpusat di Urumqi.

Nama ayah Dilraba mendadak kembali menjadi perbincangan hangat publik digital pada awal tahun 2026. Hal itu dipicu oleh aksinya saat tampil memukau dalam panggung Gala Festival Musim Semi Kekedala. Pada kesempatan tersebut, ia membawakan lagu bertajuk Grassland Night, sebuah karya musik klasik khas etnis Xinjiang yang legendaris.

Penampilan panggung tersebut memanen gelombang pujian dari warganet. Banyak penonton terkesan dengan teknik vokal yang stabil, penghayatan mendalam, kontrol napas yang matang, hingga eksekusi nada tinggi yang jernih. Kualitas vokalnya bahkan dinilai memenuhi standar tinggi akademis pembelajaran vokal profesional.

Pengakuan atas kapasitas seni ayah Dilraba tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari pemerintah Tiongkok. Alumni China Conservatory of Music ini tercatat menerima tunjangan khusus dari Dewan Negara Tiongkok sebagai apresiasi tinggi atas dedikasinya. Ia telah mendedikasikan waktu selama puluhan tahun untuk melestarikan dan mengembangkan potensi musik etnis Xinjiang di kancah nasional. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan