MENITNEWS.CO.ID, SINJAI — Bank Sulselbar memperkuat perannya, dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kabupaten Sinjai. Dukungan tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Kabupaten Sinjai yang membahas penguatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), pengendalian inflasi, serta ketahanan pangan, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Tanassang, baru-baru ini.
Dalam forum tersebut, Bank Sulselbar hadir melalui Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (TI) Bank Sulselbar, Iswadi Wahyu. Kehadiran Bank Sulselbar menjadi bagian penting dalam pembahasan strategi Pemerintah Kabupaten Sinjai memperluas sistem pembayaran dan penerimaan daerah secara digital.
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif mengatakan digitalisasi penerimaan daerah harus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat.
“Digitalisasi bukan sekadar inovasi tambahan, melainkan sebuah keharusan sistemik untuk mencegah kebocoran anggaran, meningkatkan akuntabilitas, serta mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya,” ujar Ratnawati.
Ia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama seluruh perangkat daerah pengelola pendapatan terus mengoptimalkan penerimaan daerah hingga akhir tahun anggaran.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai hingga 31 Juli 2026 telah mencapai lebih dari Rp74,9 miliar atau sekitar 64,31 persen.
Untuk memperkuat capaian tersebut, pemerintah daerah mendorong perluasan sistem penerimaan digital dan secara bertahap mengurangi transaksi berbasis tunai pada seluruh titik pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Dalam skema tersebut, kanal pembayaran diarahkan semakin terintegrasi dengan QRIS, virtual account, mobile banking Bank Sulselbar, hingga platform teknologi finansial (fintech).
Peran Bank Sulselbar menjadi strategis karena bank pembangunan daerah tersebut menjadi salah satu mitra pemerintah dalam menyediakan kanal transaksi digital untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Dukungan melalui layanan perbankan digital, termasuk mobile banking Bank Sulselbar, diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembayaran non-tunai sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas pencatatan penerimaan.
Bupati Sinjai pun secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan dan Bank Sulselbar Cabang Sinjai atas pendampingan, kemitraan, serta komitmen dalam membantu Pemerintah Kabupaten Sinjai membangun tata kelola keuangan berbasis digital.
“Saya tegaskan kepada seluruh kepala perangkat daerah pengelola pendapatan, jangan hanya berfokus pada mengejar target nominal, tetapi bangunlah sistem penerimaan digital yang akuntabel, transparan, dan mempermudah pelayanan bagi seluruh masyarakat Sinjai,” tegasnya.
Baca Juga : Waspada Penipuan Mengatasnamakan Perbankan, Bank Sulselbar Imbau Jaga Kode OTP dan PIN
Penguatan digitalisasi tersebut juga sejalan dengan penyusunan roadmap TP2DD Kabupaten Sinjai untuk periode 2026–2029.
Pemerintah daerah mendorong setiap perangkat daerah melakukan inventarisasi dan pemutakhiran data potensi objek pajak dan retribusi.
Selain itu, perangkat daerah diminta menentukan target indikator Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), melakukan gap analysis, serta menyusun action plan dan program strategis yang terukur.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sinjai secara resmi meluncurkan inovasi Dashboard PAD dan E’Praja atau Elektronik Pajak Retribusi Kita untuk Pembangunan Sinjai.
Inovasi yang digagas Bapenda Sinjai tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat monitoring penerimaan sekaligus meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan pajak serta retribusi daerah.
Peluncuran Dashboard PAD dan E’Praja juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digitalisasi keuangan daerah yang melibatkan pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Direktur Operasional dan Teknologi Informasi (TI) Bank Sulselbar, Iswadi Wahyu, menegaskan komitmen Bank Sulselbar untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperluas ekosistem transaksi digital daerah.
Menurutnya, penguatan kanal pembayaran digital, termasuk melalui layanan perbankan dan mobile banking Bank Sulselbar, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi dalam pengelolaan penerimaan daerah.
“Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat digitalisasi transaksi. Kami berharap layanan yang tersedia dapat semakin memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi sekaligus mendukung peningkatan PAD secara transparan dan akuntabel,” ujar Iswadi, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga : Waspada Penipuan Online Mengatasnamakan Bank Sulselbar, Ini Imbauannya!
Forum HLM turut dihadiri Wakil Bupati Sinjai A. Mahyanto Mazda, pimpinan DPRD dan Forkopimda, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bayu Martanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Direktur Operasional dan TI Bank Sulselbar Iswadi Wahyu, jajaran Pemkab Sinjai, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta perbankan.
Selain membahas digitalisasi transaksi pemerintah daerah, forum tersebut juga membahas pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.
Ratnawati meminta TPID Kabupaten Sinjai bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Menurut dia, keberhasilan pengendalian inflasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari kemampuan menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dengan harga terjangkau.
“Ukuran keberhasilan TPID bukan karena banyaknya kegiatan, tetapi ketika harga pangan terkendali dan pasokan pangan tersedia, distribusi lancar, petani mendapatkan harga yang layak, pelaku usaha mendapatkan keuntungan yang wajar, dan masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Kehadiran Bank Sulselbar dalam forum tersebut sekaligus mempertegas posisi perbankan daerah sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas transaksi non-tunai, meningkatkan efisiensi penerimaan daerah, dan mendukung transformasi digital tata kelola keuangan di Kabupaten Sinjai.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sharing session antarpeserta untuk membahas langkah strategis dalam memaksimalkan pelaksanaan program digitalisasi daerah, termasuk penguatan penerimaan pajak dan retribusi serta implementasi roadmap TP2DD Sinjai 2026–2029. (*)

