OJK Minta Pelaku Keuangan Syariah Perluas Akses Layanan lewat Digitalisasi

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong para pelaku dan pegiat industri keuangan syariah untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat luas. Langkah ini dinilai krusial guna memaksimalkan potensi pasar keuangan berbasis syariah di Indonesia yang masih sangat terbuka lebar.

Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya ketersediaan akses yang memadai seiring dengan besarnya ruang ekspansi di sektor ini. Hal tersebut disampaikan saat membuka ajang Expo Keuangan dan Seminar Syariah (Eksis) 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Dicky menyoroti keterbatasan jangkauan layanan keuangan syariah yang saat ini dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan industri keuangan konvensional. Terlebih dari segi keberadaan jaringan kantor fisik atau cabang yang jumlahnya relatif lebih sedikit.

Guna mengatasi keterbatasan fisik tersebut, Dicky mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi mobile. Menurutnya, keberadaan teknologi seharusnya menghilangkan hambatan masyarakat dalam menjangkau produk serta jasa keuangan syariah yang menawarkan keunggulan bebas riba.

Baca juga: OJK Bersama Kemendikdasmen dan Kwarnas Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda di Jamnas XII 2026

Selain kemudahan akses, OJK menilai peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat ekonomi syariah juga tidak kalah penting. Masyarakat perlu menyadari peran besar sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menyalurkan pembiayaan, hingga memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha.

Berdasarkan data OJK, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat saat ini baru menyentuh angka 43 persen. Sementara itu, tingkat inklusi atau pengguna layanan keuangan syariah baru mencapai 13 persen.

Baca juga: Dana Pemerintah di Himbara Ditarik September 2026, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas

Kesenjangan angka tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengedukasi publik. Optimalisasi potensi pasar domestik dengan mayoritas penduduk muslim ini diharapkan mampu melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Melalui gelaran Eksis 2026 yang berlangsung selama empat hari hingga Minggu (23/8/2026), OJK berkomitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah. Acara yang melibatkan sejumlah perusahaan jasa keuangan ini diharapkan menjadi sarana edukasi interaktif bagi masyarakat.

Dicky menekankan bahwa Eksis 2026 berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan menjadi pengalaman, pengalaman menjadi pilihan, hingga akhirnya membentuk keyakinan masyarakat terhadap produk keuangan syariah. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan