MENITNEWS.CO.ID, MAROS – Tim DEKOMPAK yang beranggotakan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional. Mereka menyabet penghargaan Video Terbaik dalam ajang Youth in Action 2 yang digelar oleh PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining).
Penyerahan penghargaan berlangsung di Ballroom Lt. M, Gedung PAMA 2, Jakarta, pada Jumat (28/8). Trofi apresiasi diserahkan secara langsung oleh Presiden Direktur KPP Mining, Wahyu Widaryanto.
Kemenangan tersebut diraih berkat karya audiovisual yang mendokumentasikan aksi pengabdian masyarakat di kawasan wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros. Selama tiga bulan, sejak April hingga Juni, tim ini fokus menjalankan program penguatan kapasitas bagi masyarakat dan pelaku wisata setempat.

Ketua Tim DEKOMPAK, Nur Hikma, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka didasari oleh besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Rammang-Rammang. Atas dasar itu, tim merancang program yang disesuaikan dengan kebutuhan riil warga di lapangan.
Rangkaian kegiatan mencakup berbagai aspek mendasar, seperti kemampuan berkomunikasi dengan pelancong, aspek keselamatan, pengelolaan konten digital, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.
Guna meningkatkan daya saing warga lokal, Tim DEKOMPAK menyelenggarakan Pelatihan Guiding agar pemandu wisata mampu menyampaikan informasi destinasi secara efisien. Selain itu, mereka menggandeng IATTA untuk melangsungkan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) demi menjamin keamanan aktivitas wisata.
Penguatan sisi digital turut disentuh lewat Pelatihan Content Management. Program ini dirancang untuk membekali pengelola destinasi agar mahir mengemas serta menyebarkan informasi pariwisata secara kreatif di media sosial.
Baca juga: Kenalkan ASEGUARD: Gel Padat Alami Cegah Kutu Beras Buatan Tim Unhas
Sektor ekonomi kreatif masyarakat juga disokong melalui pelatihan pemanfaatan daun nipah sebagai bahan baku souvenir. Tak hanya itu, sarana pendukung pelayanan wisatawan disalurkan berupa pembagian rompi bagi pengemudi perahu, penyediaan tempat sampah, serta pemasangan petunjuk arah.
“Penghargaan ini tentu suatu kebanggaan bagi kami, tetapi pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat adalah hal yang paling berharga. Kami belajar bahwa kontribusi tidak harus selalu dalam bentuk yang besar, tetapi bisa dimulai dari kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nur Hikmah.
Dosen Pembimbing sekaligus Ketua GPM PR Gugus Penjaminan Mutu Peningkatan Reputasi Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si., mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa. Ia menilai proyek sosial ini memberikan ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori ke dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat.
Baca juga: UKM KPI Unhas dan Dinas TPHP Bone Sepakati Kerjasama Pengembangan Pertanian Berbasis Teknologi
Menurut Prof. Tuti, strategi komunikasi yang diterapkan Tim DEKOMPAK sangat selaras dengan konsep pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
“Komunikasi dalam konteks ini tidak berhenti pada penyampaian informasi. Komunikasi juga merupakan bagian dari proses membangun keterlibatan masyarakat agar mereka memiliki kapasitas untuk mengelola dan menyampaikan potensi daerahnya sendiri,” papar Prof. Tuti.
Dalam proses pembuatan video dokumenter, Tim DEKOMPAK memperoleh bimbingan langsung dari pembuat film dokumenter alam sekaligus pelopor ekowisata asal Yogyakarta, Cahyo Alkantana. Kehadiran sosok yang dikenal lewat pengembangan Gua Jomblang tersebut membantu tim dalam menyajikan visualisasi pengabdian yang memikat.
Baca juga: PELNI Makassar Angkut Satu Ton Bantuan Unhas Untuk Korban Gempa NTT
Inisiatif pengabdian ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Adapun susunan lengkap Tim DEKOMPAK terdiri atas Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si., dan Cahyo Alkantana sebagai pembimbing, Nur Hikmah sebagai ketua tim, serta tiga anggota yakni Mufida Saediman Mboe, Husnul Hatima, dan Urfiah Umar. (*)


