RSUD Daya Makassar Gelar Bincang Kesehatan BIKANGDOANG Untuk Sukseskan ASI Eksklusif

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, kembali mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak melalui program edukasi publik inovatif bertajuk Bincang Kesehatan “BIKANGDOANG”.

Kegiatan ini mengangkat tema krusial mengenai pentingnya dukungan keluarga, khususnya peran aktif Ayah, demi keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

​Acara penyuluhan yang dipusatkan di area layanan RSUD Daya Kota Makassar ini menghadirkan Dokter Spesialis Anak RSUD Daya Kota Makassar, dr. Nur Juwita, Sp. A., M. Kes., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, dr. Nur Juwita menegaskan bahwa ASI bukan sekadar sumber nutrisi fisik bagi bayi, melainkan instrumen esensial perlindungan kesehatan sekaligus fondasi kedekatan emosional pertama antara ibu dan buah hati.

​”ASI adalah makanan sekaligus sistem perlindungan. Selain untuk perlindungan imun dan mendukung pertumbuhan fisik, kedekatan antara ibu dan bayi yang dibangun dari belaian, tatapan mata, serta sentuhan hangat sangat membantu bayi merasa aman dan memperkuat ikatan emosional,” ungkap dr. Nur Juwita di hadapan para pasien dan pengunjung.

​Lebih lanjut, dr. Nur Juwita juga membedah keistimewaan kolostrum (ASI pertama yang keluar pada awal kelahiran).

Meskipun hadir dalam jumlah yang sedikit, kolostrum memiliki nilai nutrisi dan komponen perlindungan yang sangat besar dan sempurna untuk kebutuhan awal bayi, termasuk melindungi dinding usus bayi baru lahir.

​Pihak RSUD Daya Kota Makassar mengingatkan para ibu agar konsisten memberikan ASI eksklusif murni tanpa pendampingan makanan atau minuman lain hingga bayi berusia 6 bulan.

Langkah ini terbukti efektif menjaga berat badan bayi tetap ideal, tumbuh kembang optimal, serta memastikan bayi tumbuh sehat sebelum kelak diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bulan keenam.

​Sorotan penting dalam sesi Bincang Kesehatan BIKANGDOANG ini adalah edukasi psikologis bagi lingkungan terdekat ibu menyusui. Seringkali, tekanan mental secara tidak sadar diberikan oleh keluarga melalui pertanyaan-pertanyaan yang meragukan kualitas ASI seperti “ASI kamu cukup tidak?”.

​RSUD Daya mengimbau agar keluarga—khususnya para suami atau Ayah—berperan aktif menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi ibu menyusui dengan memberikan dukungan nyata berupa waktu, ruang, bantuan, dan empati penuh.

“Ayah kamu juga punya peran: dukung tanpa menghakimi, bantu urusan rumah, dampingi saat kesulitan, dan yakinkan bahwa ia tidak sendirian,” demikian pesan moral yang disosialisasikan dalam materi edukasi tersebut.

​Kegiatan yang ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama pengunjung serta sesi foto bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Daya Kota Makassar ini berjalan lancar.

Melalui program BIKANGDOANG, RSUD Daya Makassar terus berupaya mengoptimalkan pelayanan publik yang ramah, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Makassar. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan