PELNI Buka RFI Kapal Cepat, Makassar Berpotensi Jadi Simpul Pengembangan HSC

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), membuka Request for Information (RFI) untuk menjajaki ketersediaan kapal High-Speed Craft (HSC) yang berpotensi mendukung pengembangan layanan angkutan laut perusahaan.

Penjajakan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi pasar terkait ketersediaan kapal cepat yang dapat digunakan melalui skema sewa berdasarkan waktu (Time Charter) maupun skema potensial lainnya.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan RFI merupakan tahap awal untuk memperoleh gambaran mengenai ketersediaan kapal cepat di pasar.

“RFI ini merupakan tahap penjajakan untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai ketersediaan kapal High-Speed Craft di pasar. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan kajian PELNI dalam melihat potensi pengembangan layanan angkutan laut ke depan,” ujar Ditto, Sabtu (26/9/2026).

RFI tersebut ditujukan kepada pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal yang memiliki armada HSC dan berpotensi memenuhi kebutuhan operasional PELNI.

Informasi yang dihimpun meliputi ketersediaan kapal, spesifikasi teknis, kesiapan operasional, indikasi tarif sewa, hingga waktu ketersediaan kapal.

Dalam dokumen RFI, PELNI membuka penjajakan untuk dua tipe kapal. Tipe A merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi katamaran, kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–2 meter, dan kapasitas sekitar 300–500 penumpang.

Sementara Tipe B merupakan kapal penumpang HSC dengan konstruksi monohull, kecepatan operasional 20–30 knot, draft 1–1,5 meter, serta kapasitas sekitar 200–400 penumpang.

Kapal yang ditawarkan diharapkan mampu mendukung operasional domestik Indonesia dengan mempertimbangkan karakteristik rute, kondisi perairan, fasilitas pelabuhan, kapasitas penumpang, jangkauan pelayaran, kenyamanan, keselamatan, serta keandalan operasional.

Ditto menegaskan, pelaksanaan RFI belum menjadi proses pengadaan dan tidak mengikat PELNI untuk melakukan pengadaan maupun menunjuk penyedia tertentu.

“PELNI tetap memastikan setiap tahapan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk saat ini, kami masih berada pada tahap pengumpulan informasi pasar dan belum merupakan proses pengadaan,” katanya.

Apabila kebutuhan tersebut nantinya dilanjutkan ke tahap pengadaan atau pemilihan penyedia, prosesnya akan dilakukan sesuai ketentuan internal perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemilik kapal atau pihak yang mewakili pemilik kapal yang berminat dapat menyampaikan Letter of Intent (LoI) beserta informasi kapal yang dibutuhkan.

Dokumen tersebut antara lain meliputi daftar kapal, ship particulars, general arrangement, kapasitas kapal, status klasifikasi dan bendera, foto kapal terbaru, informasi kepemilikan, indikasi tarif sewa, serta estimasi ketersediaan kapal.

Informasi dan dokumen dapat disampaikan melalui email komersialpenumpang@pelni.co.id dengan subjek “RFI_HSC_(Tipe Kapal_(Nama Perusahaan)”.

Batas akhir penyampaian informasi ditetapkan pada Rabu, 22 Oktober 2026 pukul 24.59 WITA.

Informasi lengkap mengenai persyaratan dan kriteria kapal dapat diakses melalui dokumen RFI yang disediakan PELNI.

Penjajakan pengembangan armada kapal cepat ini berpotensi berdampak pada penguatan konektivitas laut di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur, terutama apabila kajian PELNI berlanjut ke tahap berikutnya.

Makassar menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan pelayaran PELNI. Dengan volume penumpang yang tinggi secara nasional, Makassar memiliki posisi strategis dalam konektivitas laut menuju berbagai wilayah di Sulawesi, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Timur.

Kehadiran HSC nantinya berpotensi memberikan pilihan transportasi laut dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan fleksibel pada rute-rute tertentu, dengan tetap mempertimbangkan kondisi operasional dan fasilitas pelabuhan.

Kepala PELNI Cabang Makassar, Ridwan, menyambut positif penjajakan tersebut. Menurutnya, ketersediaan kapal cepat berpotensi memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.

“Kami di PELNI Cabang Makassar menyambut positif inisiatif RFI ini. Ketersediaan kapal cepat berpotensi memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah Sulawesi dan sekitarnya, khususnya untuk rute-rute yang membutuhkan mobilitas penumpang yang lebih cepat dan fleksibel,” ujar Ridwan.

Ia berharap hasil penjajakan pasar tersebut dapat memberikan gambaran komprehensif bagi PELNI dalam mengembangkan layanan angkutan laut.

“Apabila kajian ini berlanjut ke tahap berikutnya, kehadiran kapal cepat diharapkan dapat memperkuat mobilitas penumpang antarpulau, mempersingkat waktu tempuh pada rute-rute strategis, serta menambah pilihan moda transportasi laut yang lebih cepat dan fleksibel bagi masyarakat di kawasan Indonesia Tengah dan Timur,” katanya. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan