Ancam Tinggalkan Manchester City akibat Sanksi FFP, Erling Haaland Dibidik Arsenal dan Real Madrid

ERLING HAALAND (Sumber: BANJARMASINPOST.CO.ID/Foto: X /Erling Haaland)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penyerang andalan Manchester City, Erling Haaland, dilaporkan tidak berniat melanjutkan karirnya di Etihad Stadium apabila klub berjuluk The Citizens tersebut dijatuhi sanksi degradasi akibat pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).

Kabar ini mencuat setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan yang terjadi sepanjang periode 2009 hingga 2018. Meski pihak klub berencana mengajukan banding seusai vonis resmi diumumkan, berbagai kalangan di industri sepak bola memperkirakan hukuman berat tidak dapat dihindari.

Skenario terburuk yang mengemuka mencakup pengurangan poin dalam jumlah besar hingga pengusiran dari kasta tertinggi kompetisi Inggris. Bahkan, jurnalis olahraga Ben Jacobs menyebut English Football League (EFL) berpotensi menolak kepindahan City ke divisi Championship maupun League One dan Two, yang memunculkan potensi keterlemparan klub hingga ke National League atau tingkat kelima kompetisi.

Situasi krusial ini memicu potensi eksodus para pemain bintang. Menurut laporan Football Insider, Haaland menjadi salah satu nama utama yang bersiap angkat kaki jika tim tidak lagi bermain di kompetisi utama.

Jurnalis Pete O’Rourke mengungkapkan bahwa manajemen Manchester City memahami posisi sang pemain. “Klub tidak memiliki ilusi bahwa Haaland tidak akan bersedia untuk tetap tinggal dan membantu mereka berjuang kembali ke puncak,” ujar O’Rourke sebagaimana dikutip dari laporan media tersebut.

Momentum keretakan ini langsung dimanfaatkan oleh sejumlah klub raksasa Eropa. Arsenal dan Real Madrid dikabarkan telah membuka komunikasi awal dengan perwakilan pemain asal Norwegia tersebut guna menjajaki peluang transfer di masa depan.

Pakar transfer sepak bola, Fabrizio Romano, turut mengonfirmasi bahwa perburuan penyerang kelas atas memang masuk dalam prioritas strategi Arsenal. Langkah ini diambil klub asal London utara tersebut untuk memperkuat lini serang mereka pada musim mendatang.

Kendati demikian, proses kepindahan Haaland dipastikan tidak berjalan mudah maupun murah. Pengamat transfer Graeme Bailey menegaskan bahwa kontrak panjang Haaland di Manchester City yang berlaku hingga 2034 tidak memuat klausul khusus terkait degradasi.

Dengan ketatnya persaingan dari klub papan atas seperti Real Madrid dan Barcelona, nilai kepindahan juru gedor berusia 26 tahun tersebut diprediksi bakal melambung tinggi. Nilai transfernya diperkirakan mampu melampaui rekor kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain senilai £198 juta, yang hingga kini tercatat sebagai rekor transfer termahal sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Bagi penikmat sepak bola di tanah air, dinamika sanksi FFP Manchester City ini berpotensi mengubah peta persaingan klub-klub papan atas Eropa dan konstelasi perebutan gelar di Liga Premier pada musim-musim mendatang. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan