Standard Tinggi Legenda AC Milan: Mengapa Ibrahimovic dan Leao Dinilai Belum Sejajar Shevchenko?

Rafael Leao tidak layak menjadi legenda AC Milan karena punya kekurangan dalam perjalanan kariernya bersama Tim Merah Hitam. (Sumber: bolasportcom/Foto: STEFANO RELLANDINI/AFP)

MENITNEWS.CO.ID, MILAN — Standar untuk menyandang status legenda di AC Milan dinilai sangat tinggi dan tidak sekadar diukur dari torehan gol maupun gelar domestik. Syarat utama yang menjadi pembeda seorang pemain layak masuk dalam jajaran jagoan sejarah I Rossoneri adalah kemampuan membawa tim menjuarai Liga Champions.

Mantan penyerang legendaris AC Milan asal Ukraina, Andriy Shevchenko, menegaskan pentingnya trofi kompetisi tertinggi antar-klub Eropa tersebut dalam membentuk warisan sejarah di San Siro. Pandangan ini secara tidak langsung menyoroti kiprah dua bintang modern Milan, Zlatan Ibrahimovic dan Rafael Leao, yang gagal meraih trofi Eropa meski sukses mempersembahkan gelar Serie A.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan BolaSport.com, Shevchenko menyebut bahwa atmosfer persaingan di tubuh AC Milan sejak dulu menuntut setiap pemain untuk membawa pulang gelar juara paling bergengsi.

“Untuk menjadi seorang pemain yang penting dalam sejarah AC Milan, semua orang tahu bahwa Anda harus menjuarai Liga Champions,” tegas Shevchenko, yang mencatatkan rekor 175 gol dalam 322 penampilan bersama skuad Il Diavolo Rosso.

Grafik komparasi statistik dan perolehan trofi Liga Champions antara Andriy Shevchenko dengan era Ibrahimovic dan Leao.
Liga Champions sebagai Tolok Ukur Utama

Karier Shevchenko sendiri membuktikan ucapan tersebut. Pria asal Ukraina itu menjadi pahlawan kemenangan AC Milan saat mengeksekusi penalti penentu melawan Juventus di final Liga Champions 2002-2003 di Old Trafford, yang membawa trofi Eropa keenam bagi klub.

Menurut Shevchenko, atmosfer internal tim di era keemasannya diisi oleh kelompok pemain yang haus akan gelar. Budaya persaingan ketat dalam setiap sesi latihan membentuk mentalitas pemenang yang konsisten.

“Tujuan saya adalah menjadi penting untuk klub ini dan mewariskan sesuatu ke dalam sejarahnya. Bukan hanya untuk bermain, tetapi menang dan bersenang-senang,” ujar Shevchenko menambahkan.

Kontribusi Ibrahimovic dan Leao

Ibrahimovic tercatat membela Milan dalam dua periode terpisah (2010-2011 dan 2019-2023) dengan mencetak 93 gol dari 163 laga, serta menyumbang dua gelar Serie A (2010-2011, 2021-2022) dan satu Supercoppa Italiana 2011. Namun, bomber asal Swedia itu gagal mempersembahkan gelar Eropa.

Sementara itu, Rafael Leao membela AC Milan selama tujuh musim sejak 2019-2020 hingga 2025-2026. Penyerang asal Portugal tersebut mengoleksi 80 gol dari 291 penampilan dan mempersembahkan gelar Serie A 2021-2022 serta Supercoppa Italiana 2024-2025.

Perbandingan Rekor dan Trofi Pemain AC Milan
Nama PemainPenampilanTotal GolGelar Domestik UtamaTrofi Liga Champions
Andriy Shevchenko3221751 Serie A, 1 Coppa Italia1 (2002-2003)
Zlatan Ibrahimovic163932 Serie A, 1 Supercoppa0
Rafael Leao291801 Serie A, 1 Supercoppa0

Pernyataan Shevchenko ini menjadi gambaran jelas bagi para penggemar sepak bola di Indonesia bahwa nama-nama besar seperti Paolo Maldini, Gennaro Gattuso, dan Clarence Seedorf tetap menempati kasta tertinggi dalam sejarah AC Milan berkat kejayaan mereka di tingkat Eropa. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan