Dinamika Beringin: Munafri Arifuddin Resmi Mundur dari Kepengurusan Partai Golkar

Kejutan Politik Makassar: Munafri Arifuddin Resmi Mundur dari Partai Golkar (Foto: Tribun Timur)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Peta politik di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan mengalami pergeseran mengejutkan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memutuskan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan dan kepengurusan Partai Golkar.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh politisi yang akrab disapa Appi itu saat mendatangi kediaman pribadi Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di kawasan Jalan Batu Putih, Makassar, Senin (5/10/2026) pagi.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung singkat selama kurang lebih 25 menit tersebut, Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu tampak mengenakan kemeja putih saat menyerahkan lembar surat pengunduran dirinya secara formal kepada IAS.

Sejumlah figur politik turut menyaksikan momen tersebut, di antaranya Wakil Bupati Soppeng yang juga Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle, serta fungsionaris Golkar Makassar, Muh Nur Alamsyah. Segera setelah menerima berkas pengunduran diri tersebut, IAS dijadwalkan terbang ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.

Langkah pengunduran diri ini terbilang mengejutkan mengingat rekam jejak Appi yang terbukti membawa impresi positif bagi elektabilitas Golkar sejak memimpin DPD II Golkar Makassar pada 2021 lalu. Di bawah kepemimpinannya, performa partai mengalami kenaikan signifikan pada Pemilu Legisatif 2024.

Pada perebutan kursi DPRD Kota Makassar 2024, Golkar sukses mengamankan 97.209 suara total dan menambah perolehan dari 5 menjadi 6 kursi. Tidak hanya itu, pada level provinsi, Appi mengamankan satu kursi DPRD Sulsel dari Dapil Makassar A dengan raihan 29.802 suara sah, sebelum akhirnya memilih mundur sebelum dilantik dan posisinya digantikan oleh Kadir Halid.

Puncak perannya di panggung politik daerah ditandai saat ia berhasil memenangkan Pilkada Makassar, mematahkan catatan belum pernah menang Partai Golkar di kontestasi pemilihan wali kota setempat selama 15 tahun terakhir sejak 2009.

Dampak pengunduran diri Munafri diperkirakan bakal mengubah peta konfigurasi koalisi serta kepemimpinan Golkar di tingkat Kota Makassar. Redaksi masih berusaha mengonfirmasi langkah politik lanjutan yang akan diambil oleh Wali Kota Makassar tersebut pasca-keluar dari beringin. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan