MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melanjutkan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan potensi daerah.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam, bersama Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (21/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir mengapresiasi kontribusi Unismuh Makassar yang selama ini turut mendukung pembangunan Kabupaten Maros melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Berbagai langkah kerja sama yang sudah dilakukan oleh Unismuh beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, kita ucapkan terima kasih,” ujar Chaidir seusai penandatanganan kerja sama.
Ia menyebutkan, kolaborasi yang telah berjalan mencakup pengembangan desa binaan, pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Chaidir, keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan daerah menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas penerapan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ada desa-desa binaan yang dilakukan sebagai bentuk kerja sama. Unismuh juga mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya untuk melaksanakan kuliah kerja nyata dan beberapa kegiatan lainnya,” katanya.
Selain mengapresiasi program kemitraan, Chaidir juga memuji kualitas pendidikan di Unismuh Makassar. Ia menilai perguruan tinggi tersebut berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Maros.
“Alhamdulillah, kualitas dan proses kuliah di Unismuh ini sangat baik sekali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kontribusi Unismuh juga terlihat melalui kiprah para alumninya yang telah mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Beberapa alumni Unismuh juga sudah mendapatkan peran yang baik dalam membangun Kabupaten Maros,” ujarnya.
Kerja sama antara Pemkab Maros dan Unismuh Makassar diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam bidang pendidikan, kedua pihak membuka peluang peningkatan kualifikasi akademik melalui program sarjana, pascasarjana, pendidikan vokasi, pendidikan jarak jauh, hingga peningkatan kompetensi aparatur pemerintah daerah.
Pada bidang penelitian, kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan inovasi daerah, kajian kebijakan publik, serta penelitian yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan Kabupaten Maros.

Sementara itu, program pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan melalui KKN tematik, magang mahasiswa, praktik kerja, pendampingan masyarakat, pengembangan Smart Village, serta penguatan lembaga pelayanan kesehatan.
Kerja sama tersebut juga mencakup pelibatan dosen dan tenaga ahli Unismuh untuk mendukung reformasi birokrasi, pelaksanaan bimbingan teknis, dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah.
Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis antara unit kerja terkait. Evaluasi pelaksanaan program direncanakan berlangsung secara berkala, sekurang-kurangnya setiap enam bulan.
Melalui skema tersebut, kedua lembaga diharapkan dapat memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara pengembangan akademik dan kebutuhan pembangunan daerah.
Penandatanganan kerja sama berlangsung pada hari kedua Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar, yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21 Oktober 2026). Secara keseluruhan, sebanyak 1.598 lulusan mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Dalam pidato wisuda, Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa pengembangan universitas harus diiringi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menjelaskan konsep pengembangan Unismuh melalui pendekatan I-GIFt, yakni Integrated, Green, Islamic, and Futuristic.
“Integrated mengajak seluruh kekuatan akademik, riset, layanan, dan pembinaan keislaman berjalan seiring, tidak sendiri-sendiri,” ujar Rakhim.
Pendekatan tersebut menekankan pentingnya keterpaduan berbagai unsur perguruan tinggi agar mampu menghasilkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan pembangunan.
Pada hari kedua wisuda, Unismuh Makassar juga memperluas kemitraan dengan sejumlah lembaga lain, termasuk Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar serta PERADI Profesional Hukum dan Advokasi.
Dalam kesempatan itu, Chaidir turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan Unismuh Makassar yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Bagi Pemkab Maros, kelanjutan kerja sama dengan Unismuh diharapkan tidak hanya mempertahankan program yang telah berjalan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru dalam pembangunan desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan kompetensi aparatur, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan dukungan perguruan tinggi, Pemkab Maros berharap potensi akademik, penelitian, dan sumber daya manusia Unismuh dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)



