MENITNEWS.COM.ID, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membuka Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Jambore Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kota Makassar di Atrium Trans Studio Makassar, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (25/10/2026) tersebut menjadi ajang bagi kader PKK dari 15 kecamatan untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat peran PKK dalam pemberdayaan keluarga dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Melinda mendorong kader PKK agar terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa gerakan PKK memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat, terutama melalui penguatan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, keberhasilan PKK tidak cukup diukur dari banyaknya program dan kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, gerakan tersebut harus mampu mendorong kader untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta menerjemahkan program organisasi menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
“PKK bukan hanya tentang menjalankan kegiatan atau memenuhi agenda organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita terus bertumbuh, meningkatkan kapasitas diri, dan memastikan kehadiran PKK benar-benar memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Melinda mengatakan, pemberdayaan kader perlu berjalan beriringan dengan penguatan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Karena itu, pameran UMKM menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan HKG PKK Kota Makassar tahun ini.
Pameran tersebut melibatkan 15 kecamatan yang mendapat kesempatan untuk memperkenalkan makanan khas dan berbagai produk unggulan dari wilayah masing-masing.
Menurut Melinda, setiap kecamatan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal. Melalui pameran ini, produk-produk unggulan diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas promosi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Setiap kecamatan memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Melalui pameran ini, kita ingin memberi ruang agar potensi tersebut semakin dikenal, sekaligus mendorong para pelaku UMKM untuk terus berkreasi dan mengembangkan usahanya,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga memotivasi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas, memperkuat daya saing, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Selain pameran UMKM, Jambore HKG PKK Kota Makassar diisi dengan berbagai agenda, antara lain perlombaan defile dan yel-yel, talkshow, serta peluncuran podcast PKK Kota Makassar.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk membangun suasana yang dinamis sekaligus menjadi ruang bagi para kader untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antarkecamatan.
Melinda menilai, kebersamaan dan kolaborasi menjadi elemen penting dalam keberlangsungan gerakan PKK. Para kader tidak hanya dituntut aktif menjalankan program organisasi, tetapi juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan pendekatan baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui jambore ini, kita ingin kader PKK tidak hanya semakin solid, tetapi juga semakin kreatif, inovatif, dan percaya diri. Kita belajar satu sama lain, saling menguatkan, dan membawa pulang pengalaman yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman dan gagasan yang diperoleh selama jambore dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga pelaksanaan program PKK semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Momentum HKG PKK Kota Makassar tahun ini juga ditandai dengan peluncuran Koperasi PKK Kota Makassar. Kehadiran koperasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kebersamaan kader.
Melinda menegaskan, koperasi tidak sekadar menjadi wadah usaha, tetapi juga merupakan bentuk nyata kekuatan kolektif yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, keberhasilan koperasi membutuhkan pengelolaan yang baik, partisipasi aktif anggota, serta komitmen untuk membangun usaha secara bersama-sama.
“Semangat koperasi adalah semangat kebersamaan. Ketika kita bergerak bersama, saling mendukung, dan membangun usaha secara kolektif, akan ada peluang yang lebih besar untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.
Melalui koperasi tersebut, Melinda berharap kader PKK memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi, memperkuat kerja sama, dan membangun kemandirian secara berkelanjutan.
Melinda berharap seluruh rangkaian HKG PKK Kota Makassar tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pemberdayaan keluarga agar semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Ia mendorong seluruh kader untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai titik awal dalam meningkatkan kualitas program, memperluas pemberdayaan ekonomi, dan mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Makassar.
Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga oleh perubahan positif yang dihasilkan bagi keluarga dan masyarakat.
Dengan memperkuat kolaborasi, kreativitas, serta kemandirian ekonomi, PKK diharapkan mampu terus berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang berdaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan Kota Makassar.
Rangkaian HKG PKK Kota Makassar ini sekaligus menjadi ruang bagi para kader untuk saling menginspirasi, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan berbagai potensi lokal agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*)



