MENITNEWS.CO.ID, MAMUJU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 di Masjid Raya Suada, Mamuju, Minggu (28/6/2026) malam.
Ajang keagamaan dua tahunan tersebut tetap digelar meski di tengah keterbatasan fiskal daerah. Pemprov Sulbar memilih menerapkan efisiensi anggaran dengan tetap menjaga kualitas dan substansi pelaksanaan MTQ.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan MTQ XI di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebijakan efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama penyelenggaraan.
“Kami sepakat kegiatan tetap dilaksanakan, tetapi dengan cara meminimalisir dan mengurangi komponen yang tidak terlalu urgen. Kita fokus pada substansi. Alhamdulillah, pembukaan ini tidak kalah meriah dengan kegiatan sebelumnya,” ujar Junda Maulana.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di Sulawesi Barat.
Menurutnya, tingkat literasi Al-Qur’an masyarakat Sulbar saat ini masih berada di kisaran 66 persen, sehingga daerah tersebut masih termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat literasi Al-Qur’an yang relatif rendah di Indonesia.
“Ini yang ingin kita tingkatkan. Hal ini sejalan dengan salah satu poin Pancadaya ketiga Sulbar, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” katanya.
Junda juga mengingatkan seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Sementara kepada Dewan Hakim dan panitera, ia meminta agar menjaga profesionalisme dan objektivitas dalam melakukan penilaian sehingga mampu menghasilkan kafilah terbaik yang akan mewakili Sulawesi Barat pada MTQ tingkat nasional.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ XI juga disampaikan Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi. Ia menilai keputusan Pemprov Sulbar tetap melaksanakan MTQ di tengah kebijakan efisiensi anggaran menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun karakter dan spiritual masyarakat.
“Pemprov Sulbar masih memikirkan MTQ untuk dilaksanakan, padahal hanya ada beberapa provinsi yang tetap menggelarnya dalam kondisi seperti ini. Kami sangat mengapresiasi karena membangun daerah bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental spiritual,” ujarnya.
Ia berharap seluruh cabang perlombaan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Sulawesi Barat di tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil, menjelaskan MTQ XI awalnya direncanakan berlangsung di Kabupaten Mamasa.
Namun rencana tersebut berubah setelah adanya kebijakan refocusing anggaran dana transfer dari pemerintah pusat yang memengaruhi kesiapan daerah sebagai tuan rumah.
“Karena adanya refocusing anggaran dana transfer, Kabupaten Mamasa menyatakan belum dapat menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, Pemprov mengambil inisiatif memusatkan pelaksanaan MTQ di Mamuju agar agenda dua tahunan ini tetap dapat dilaksanakan,” jelas Murdanil.
Ia menambahkan, anggaran penyelenggaraan difokuskan pada kebutuhan pokok kegiatan, mulai dari honorarium Dewan Hakim dan panitera, hadiah bagi para pemenang, hingga pelaksanaan seremoni pembukaan dan penutupan.
MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat berlangsung selama lima hari, mulai 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Sebanyak 116 peserta dari enam kabupaten mengikuti 11 cabang perlombaan yang dipusatkan di tiga lokasi, yakni Masjid Raya Suada untuk cabang Tilawah, Masjid Jami Muttahida untuk cabang Tahfiz, dan Aula Kantor Kementerian Agama untuk cabang Kaligrafi.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp220 juta bagi para pemenang. Juara I akan menerima hadiah Rp5 juta, Juara II sebesar Rp3 juta, dan Juara III sebesar Rp1 juta sesuai kategori yang diperlombakan.
Melalui penyelenggaraan MTQ XI ini, Pemprov Sulawesi Barat berharap semangat mencintai, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Selain itu, ajang ini diharapkan mampu melahirkan kafilah terbaik yang siap membawa nama Sulawesi Barat berprestasi pada MTQ Tingkat Nasional. (*)

