Booth Pinisi Kota Makassar Jadi Sorotan di Indonesia City Expo APEKSI 2026, Tampilkan AI, VR dan Inovasi Daur Ulang

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MEDAN — Pemerintah Kota Makassar kembali mencuri perhatian dalam ajang Indonesia City Expo (ICE), Pentas Seni, dan Bazar UMKM yang merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar menghadirkan booth berkonsep futuristik yang memadukan kekayaan budaya, teknologi digital, inovasi pelayanan publik, hingga ekonomi sirkular. Konsep tersebut menjadikan booth Kota Makassar sebagai salah satu pusat perhatian para kepala daerah, delegasi, dan ribuan pengunjung selama pameran berlangsung.

Ikon utama booth adalah replika Kapal Pinisi yang berdiri megah di area pameran. Kapal tradisional kebanggaan Sulawesi Selatan yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda itu menjadi simbol kejayaan maritim Nusantara sekaligus identitas Kota Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi mengaku bangga atas antusiasme pengunjung terhadap booth yang dipersembahkan Pemkot Makassar.

“Di kegiatan APEKSI Expo hari ini, kita memperlihatkan booth yang dipersembahkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Luar biasa sekali, dan di dalamnya sudah banyak hal yang bisa dilihat serta dieksplorasi,” ujar Appi usai menghadiri pembukaan Indonesia City Expo di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, booth Makassar tidak hanya menampilkan identitas budaya, tetapi juga menjadi etalase berbagai inovasi pembangunan daerah yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.

Beragam produk kerajinan unggulan binaan Dekranasda Kota Makassar dipamerkan bersama koleksi aksara Lontara, layanan foto berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga berbagai inovasi yang menggambarkan transformasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi kreatif.

“Di antaranya terdapat kerajinan dari Dekranasda, ada juga dari Tim Rappo yang menampilkan produk-produk hasil daur ulang, kemudian ada Lontara, hingga fasilitas foto dengan teknologi AI dan sebagainya. Pameran ini terbilang sangat kompleks,” katanya.

Selain menampilkan kemegahan replika Pinisi, booth Makassar juga menghadirkan pengalaman budaya yang autentik. Pengunjung dapat menikmati berbagai produk UMKM, kerajinan khas daerah, hingga pertunjukan seni tradisional.

Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah penampilan Passinrilik, seniman pelantun sastra lisan tradisional Sinrilik yang membawakan kisah kepahlawanan, sejarah, petuah kehidupan, hingga roman dengan iringan alat musik tradisional kesok-kesok.

Di sisi lain, Pemkot Makassar juga menunjukkan komitmennya terhadap transformasi digital melalui penyediaan Virtual Reality (VR Games) yang mengangkat permainan tradisional khas Makassar. Inovasi tersebut menjadi cara kreatif mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui pengalaman digital yang interaktif.

Sebagai etalase pembangunan daerah, booth tersebut turut menampilkan tujuh program unggulan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Seluruh program dikemas melalui tampilan visual, multimedia, dan informasi digital yang menggambarkan arah pembangunan Kota Makassar menuju kota yang maju, unggul, berdaya saing, dan berkelas dunia.

Appi berharap keikutsertaan Kota Makassar pada Indonesia City Expo tidak hanya menjadi sarana promosi daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarkota di Indonesia.

“Mudah-mudahan hasil dari kegiatan ini dapat membangun kolaborasi bersama dengan beberapa kota lain di Indonesia. Tujuannya adalah untuk saling bertukar informasi maupun mengembangkan peluang bisnis yang bisa dimajukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Berbeda dengan penyelenggaraan APEKSI pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pemkot Makassar juga mengangkat tema keberlanjutan melalui edukasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, pemerintah menggandeng Rappo Indonesia, sebuah usaha sosial asal Makassar yang bergerak di bidang ekonomi sirkular dengan mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung proses pengolahan limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci, tas belanja, hingga aneka produk ramah lingkungan lainnya.

Konsep tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung, termasuk sejumlah wali kota dan pengurus pusat APEKSI yang menyempatkan diri mengunjungi booth Kota Makassar.

“Tadi, kita menyaksikan pengunjung antusias melihat secara langsung booth Pemkot Makassar. Beberapa wali kota berkunjung, termasuk dari pengurus APEKSI pusat,” tutup Appi.

Keseluruhan konsep booth dikemas secara atraktif oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dengan memadukan budaya, teknologi, inovasi pelayanan publik, promosi investasi, serta potensi ekonomi kreatif dalam satu ruang pameran yang representatif.

Kehadiran booth Kota Makassar pun menjadi salah satu magnet pada Indonesia City Expo Rakernas XVIII APEKSI 2026 sekaligus memperkuat promosi daerah, membuka peluang investasi, memperluas kerja sama antarkota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional. (*)

Banner Sponsor

Iklan