Shin Tae-yong Dijatuhi Sanksi Disiplin KFA, Tetap Melatih di Indonesia

Shin Tae-yong (Sumber: vietnam.vn)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi menerima sanksi disiplin dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) menyusul kontroversi yang melibatkan dugaan tindakan tidak pantas terhadap salah satu pemainnya saat menangani klub Ulsan HD.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Disiplin KFA yang digelar baru-baru ini. Seorang pejabat KFA, seperti dikutip media Korea Nate, menyatakan bahwa komite telah memutuskan untuk menjatuhkan tindakan disiplin kepada Shin Tae-yong.

Meski belum merinci bentuk hukuman secara resmi, sejumlah laporan dari media Korea Selatan menyebutkan bahwa Shin akan menerima sanksi berat. Hukuman itu dikabarkan berupa larangan melatih dalam jangka waktu tertentu, bahkan beberapa media mengklaim mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola di Korea Selatan selama 10 tahun. Namun, hingga kini KFA belum mengonfirmasi secara resmi durasi sanksi tersebut.

Berawal dari Video yang Viral

Kontroversi bermula dari sebuah video yang direkam pada Agustus lalu, saat Shin Tae-yong memimpin presentasi tim Ulsan HD. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat menampar wajah bek tengah Jung Seung-hyun, yang juga merupakan pemain Tim Nasional Korea Selatan.

Video itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kritik dari publik serta media Korea Selatan. Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian KFA hingga akhirnya dibawa ke Komite Disiplin.

Hubungan dengan Pemain Memburuk

Jung Seung-hyun, pemain yang ditampar oleh pelatih Shin, adalah pemain tim nasional Korea Selatan. (Dok: vietnam.vn)

Setelah insiden tersebut, hubungan Shin Tae-yong dengan sejumlah pemain Ulsan HD disebut mengalami keretakan. Situasi internal tim ikut memengaruhi performa klub yang terus menurun di kompetisi domestik.

Ulsan HD, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu klub tersukses di Liga Korea, bahkan sempat terpuruk hingga masuk zona degradasi. Kondisi itu membuat manajemen mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong setelah hanya sekitar dua bulan menangani tim.

Shin Tae-yong Merasa Tidak Adil

Menanggapi keputusan Komite Disiplin KFA, Shin Tae-yong mengaku kecewa. Ia menilai masih banyak hal yang belum terungkap terkait kasus tersebut.

“Saya merasa ada banyak ketidakadilan dan benar-benar ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun jika saya terus memperjuangkannya, para pemain saya bisa ikut terdampak, sementara situasi sepak bola domestik saat ini juga tidak mendukung,” ujar Shin.

Ia mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan mengajukan banding atas keputusan tersebut, meski belum mengambil keputusan final.

Tetap Melatih di Indonesia

Terlepas dari sanksi yang dijatuhkan KFA, Shin Tae-yong dipastikan tetap menjalankan karier kepelatihannya di Indonesia.

Pada Juni lalu, sekitar delapan bulan setelah berpisah dengan Ulsan HD, Shin menerima tawaran untuk melatih Persija Jakarta. Karena bekerja di kompetisi Indonesia, sanksi yang dijatuhkan KFA disebut tidak menghalangi aktivitas kepelatihannya bersama klub tersebut.

Meski demikian, dampak jangka panjang dari keputusan KFA terhadap karier Shin Tae-yong di Korea Selatan masih menjadi perhatian publik sepak bola di negara tersebut. (*)

Banner Sponsor

Iklan