Uji Coba Keamanan Bikin Kecolongan, AI Claude Garapan Anthropic Beliung Meretas Tiga Sistem Organisasi

Ilustrasi. Perusahaan AI Anthropic mengungkap model Claude meretas sistem tiga organisasi akibat kesalahan konfigurasi. (Sumber: CNN Indonesia/Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Celah keamanan serius kembali membayangi industri kecerdasan buatan. Model AI besutan Anthropic, Claude, terdeteksi meretas sistem milik tiga organisasi tanpa izin saat menjalani proses uji coba keamanan siber. Insiden ini terungkap hanya berselang singkat dari kasus serupa yang melibatkan agen AI milik OpenAI di platform Hugging Face.

Anthropic mengonfirmasi bahwa Claude berhasil menembus akses infrastruktur eksternal akibat adanya kesalahan konfigurasi. Celah tersebut membuat model AI terhubung langsung ke jaringan internet publik, padahal simulasi seharusnya berlangsung di lingkungan yang terisolasi total.

Temuan mengejutkan ini muncul setelah Anthropic melakukan audit menyeluruh terhadap 141.006 riwayat evaluasi keamanan siber. Langkah peninjauan proaktif tersebut sengaja diluncurkan perusahaan pasca-insiden peretasan yang sebelumnya melibatkan agen AI milik OpenAI.

Kenyataan ini menjadi sinyal nyata bahwa ancaman keamanan AI yang selama ini dicemaskan para ahli mulai terbukti. Bahkan, perusahaan pengembang kelas dunia sekalipun terbukti bisa kecolongan oleh celah teknis yang mampu dimanfaatkan secara mandiri oleh model buatan mereka.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang dikutip dari The Guardian, Jumat (31/7), Anthropic membeberkan bahwa Claude menggunakan teknik peretasan tingkat dasar untuk membobol infrastruktur korban, seperti mengeksploitasi kata sandi yang lemah hingga memanfaatkan endpoint yang tidak terautentikasi.

Penyelidikan internal menunjukkan bahwa insiden ini melibatkan tiga varian model sekaligus, yakni Claude Opus 4.7, Claude Mythos 5, serta satu model yang masih dalam tahap riset internal.

Kasus pertama teridentifikasi telah berlangsung sejak April di sebuah lingkungan evaluasi yang minim sistem perlindungan standar. Peretasan terjadi saat simulasi capture the flag digelar, di mana model AI ditugaskan mencari data tersembunyi di dalam jaringan buatan.

Secara teknis, instruksi atau prompt yang diberikan telah menegaskan bahwa AI tidak memiliki akses ke internet. Namun, akibat miskomunikasi dengan mitra evaluasinya, Irregular, sistem ujian tersebut rupanya tetap tersambung ke jaringan internet luar tanpa disadari.

Akibat celah tersebut, dua organisasi yang menjadi korban mengaku sama sekali tidak menyadari adanya aktivitas penyusupan hingga Anthropic menghubungi mereka secara langsung. Sementara itu, Anthropic menyatakan masih terus berupaya menjangkau organisasi ketiga yang turut terdampak.

Pihak Anthropic menegaskan bahwa temuan dari transkrip evaluasi ini menjadi peringatan krusial. Pengawasan ketat di lingkungan uji coba internal maupun pihak ketiga kini menjadi hal yang wajib ditingkatkan, terlebih kemampuan model AI dalam mengeksekusi aktivitas siber di dunia nyata terus meningkat pesat. (*)

Banner Sponsor

Iklan