MENITNEWS.CO.ID, CARACAS — Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi kembar yang melanda Venezuela pada akhir Juni lalu dilaporkan kembali mengalami peningkatan. Hingga kini, data resmi mencatat sebanyak 6.125 orang tewas akibat musibah dahsyat tersebut.
Perkembangan jumlah korban ini disampaikan langsung oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez. Melalui saluran Telegram miliknya pada Senin (3/8), Rodriguez juga mengungkapkan bahwa jajaran fasilitas kesehatan telah bekerja keras menangani puluhan ribu korban luka.
“Sejumlah rumah sakit telah merawat 60.992 pasien sejak terjadi gempa,” ujar Rodriguez dalam penjelasannya terkait penanganan pascabencana.
Selain dampak jiwa dan korban luka, kerusakan infrastruktur akibat guncangan tersebut juga tergolong masif. Tim gabungan di lapangan hingga saat ini masih memprioritaskan pembersihan sisa-sisa reruntuhan di berbagai titik terdampak.
Spanyol Kecam Sikap Negara Eropa Atas Krisis Migran Ceuta, Tuding Reaksi Egois dan Langgar Hukum
Dalam operasi pemulihan darurat yang terus berjalan, petugas mencatat sebanyak 346.755 ton puing bangunan berhasil diangkat dari lokasi bencana. Jumlah tersebut setara dengan 16,51 persen dari total perkiraan volume puing yang menimbun wilayah terdampak.
Petaka kemanusiaan di negara Amerika Latin ini berawal ketika dua gempa bumi kuat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela secara beruntun pada 24 Juni 2026. Kedua guncangan besar itu terjadi dalam tenggat waktu yang sangat singkat, yakni hanya berselang 39 detik.
Menanggapi keparahan dampak musibah tersebut, pemerintah Venezuela langsung menetapkan status darurat nasional. Langkah tanggap darurat ini menyedot perhatian dunia internasional yang dengan cepat merespons situasi krisis di negara tersebut.
Berbagai bantuan kemanusiaan serta pengiriman tim ahli meluncur dari komunitas internasional dan sejumlah negara sahabat untuk menyokong proses evakuasi.
Guna memaksimalkan penanggulangan bencana, pemerintah menerjunkan kekuatan penuh di area terdampak. Sebanyak 30.989 personel layanan darurat dan 31.745 relawan lokal dikerahkan ke lokasi. Bantuan tersebut makin kuat dengan keterlibatan 2.278 anggota tim penyelamat asing yang bahu-membahu dalam misi pemulihan pascabencana. (*)

